Hibah Bansos Naik, Prioritas Wisata Berbudaya

This slideshow requires JavaScript.

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 menunjukkan kenaikan anggaran untuk hibah.

Hal ini, menurut Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., lebih banyak dipengaruhi oleh nomenklatur dalam penyusunan anggaran.

Kepada wartawan yang mewawancarai usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Jember, Senin, 15 Oktober 2018, Bupati Faida menjelaskan kenaikan tersebut.

“Itu hanya pengelompokan nomenklatur saja,” terangnya.

Tahun sebelumnya, tidak semua hibah bansos tidak terrealisasi. Sebagian besar hibah bansos tersebut dialihkan menjadi belanja langsung.

Semisal, semula pengajuan bantuan melalui dewan sebesar Rp. 100 juta untuk satu kelas. Maka, dialihkan dengan pembangunan langsung melalui Dinas Pendidikan.

“Jadi, janji kepada masyarakat tetap terealisasi. Tapi bukan berupa uang tunai, berupa bangunan,” terangnya.

Hibah-hibah meningkat, jelas Bupati Faida, karena beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa termasuk dalam hibah.

Karena itu, harus ada nama dan alamat penerimanya sebelum ditetapkan dalam peraturan daerah. Beasiswa ini bukan program Dinas Pendidikan, maka langsung dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Bantuan kepada takmir masjid dan guru ngaji termasuk juga dalam nomenklatur hibah bansos. Termasuk juga bantuan kepada lansia dan difabel, yang datanya lebih lengkap dengan jumlah yang lebih banyak.

Tahun ini juga memprogramkan hafidz dan hafidzah mendapatkan beasiswa. Minimal satu juz bisa mendapatkan beasiswa. SD, SMP, SMA, mahasiswa, juga santri pondok pesantren.

“Hafidz dan hafidzah adalah asset bangsa. Siapa pun mereka, minimal satu juz akan kita beasiswa dan asuransi kesehatan,” terangnya.

Asuransi kesehatan juga didapat anggota keluarga hafidz dan hafidzah tersebut.

Kepada wartawan, Bupati Faida juga menjelaskan prioritas pada tahun 2019 adalah pariwisata. Hal ini tidak lepas dari 22 Janji Kerja.

Tahun pertama dan kedua kepemimpinan Bupati Faida dan Wabup Kiai Muqit pada Maju Imtek dan Imtak, Jember Sehat, Jember Bersih.

“Tahun ketiga ini sudah sesuai kita lebih mengarah pada sektor pariwisata. Wisata Berbudaya,” jelasnya.

Sehingga, fasilitas yang menunjang pariwisata diperbaiki. Seperti halte, jalan, bandara. “Termasuk becaknya, menjadi becak wisata,” jelasnya.

Ada pula seratus event masyarakat. Event ini diusulkan oleh masyarakat. Ada tim yang akan melakukan penilaian.

“Dipilih event terbaik yang memungkinkan untuk dikembangkan dan menjadi daya tarik pariwisata,” jelasnya.

Seratus event yang dipilih ini menjadi event rutin yang diselenggarakan dan didanai pemerintah. Namun, sepuluh event terbaik yang akan didanai lebih.

“Akan menjadi unggulan. Tidak hanya JFC, bukan hanya JOMC. Kita masih punya event-event yang lain,” ujarnya.

“Saya yakin event-even di desa dan di pelosok-pelosok bisa menjadi daya tarik,” Bupati Faida. (mutia/izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Hibah Bansos Naik, Prioritas Wisata Berbudaya"