Jember Kota Pandhalungan

Holtikultura Menjanjikan Keuntungan

holtikultura jatimDesa Candijati Kecamatan Arjasa kedepan punya peluang sebagai sentra pengembangan produk hortikulura di wilayah Jember bagian utara, mengingat masyarakatnya yang sebagian besar adalah petani selama ini juga tetap mengupayakan tanam tanaman pangan seperti padi maupun jagung selain holtikultura. Jumantoro Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember sendiri menilai pengembangan produk holtikultura tersebut merupakan wujud inovasi daripetani, disamping memang kondisi tanah di desa tersebut sangat cocok untuk ditanami tanaman holtikultura. “Saya merasakan petani sekarang ini semakin cerdas terbukti dengan pilihnya tanaman holtikultura sebagai alternatif tanaman pangan, kondisi ini tentunya akan mengubah wajah Desa Candijati sebagai sentra tanaman holtikultura di Kabupaten Jember. Ketersediaan pupuk organik dan non organik di Kecamatan Arjasa saat ini tersedia dalam jumlah mencukupi hal ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman holtikultura meliputi sayur mayur seperti kacang panjang, lombok maupun tomat serta buah-buahan,” jelas Jumantoro. Saat ini di desa tersebut tidak kurang dari 15 hektar telah ditanami holtikultura oleh petani setempat. Itu artinya tanaman holtikultura mulai dilirik sebagai tanaman alternatif yang mampu mendatangkan keuntungan. Dengan demikian petani secara turun temurun tidak harus menanam padi, lebih dari kini itu petani sudah mulai jeli melirik peluang pasar. Namun demikian pertanian holtikultura ini tidak bisa sukses tanpa dukungan dari pemerintah, harapannya paling tidak hal ini dapat mendongkrak kesejahteraan petani. “Dengan membanjirnya produk holtikultura di Kabupaten Jember ini setidaknya kita tidak perlu menggantungkan dari kabupaten lain, paling tidak holtikutura ini bisa menjadituan rumah di daerahnya sendiri.Di Desa Candijati Kecamatan Arjasa inibanyak pengepul sehingga memudahkan petani memasarkan produk holtikulturanya,hal ini tentu sangat menguntungkan bagi petani karena tidak harus memasarkan sendiri produk pertaniannya karena oleh pengepul langsung dikirim ke kota lain termasuk ke luar pulau sekalipun,” tukas Jumantoro.

Saat ini di Desa Candi Kecamatan Arjasa boleh dibilang sukses mengelola tanaman holtikultura, Jumantoro mencontohkan di saat musim lombok hasilnya pun cukup lumayan yakni mencapai 1 ton per minggu. Belum lagi untuk tanaman buah-buahan di mana sebelumnya buah naga hanya dapat ditemui di Desa Kemuning Kecamatan Arjasa, namun saat ini buah tersebut juga mampu tumbuh subur di Desa Candijati. Hal yang sama juga terlihat untuk jenis tanaman papaya atau kates yang banyak mengandung vitamin A, dimana budidaya tanaman tersebut cukup berhasil hal ini berkat pengelolaan dan pemupukan yang baik. Membaiknya sekor pertanian di Kabupaten Jember dinilai oleh Jumantoro sebagai peluang untuk didirikannya pasar agrobis seperti Puspa Agro di Sidoarjo, meski dalam tahap awal pasar tersebut tidak harus sebesar Puspa Agro. Dengan keberadaan pasar agrobis tersebut setidaknya mampu menampung hasil pertanian di Kabupaten Jember dan merupakan satu-satunya pasar agrobis di kawasan timur Jawa Timur, hal ini nantinya membuat Kabupaten Jember sebagai jujugan pembeli dari luar kota yang membutuhkan produk pertanian. Jumantoro juga menambahkan, gagasan pendirian pasar agrobis di Kabupaten Jember ini setidaknya juga harus mendapat dukungan dari bupati sebagai kepala daerah dan wakil rakyat yang berpihak kepada kepentingan petani, apalagi Jumantoro berang- gapan sudah waktunya Kabupaten Jember mempunyai pasar agrobis dan hal itu sangat dibutuhkan oleh petani yang selama ini terkendala oleh pemasaran, seban pendirian tersebut pasar tersebut untuk memakmuran masyarakat Jember khususnya petani.

No Response

Comments are closed.