Jember Kota Pandhalungan

Hujan, Festival Seni Budaya Tetap Meriah

Pagelaran Festival Seni Budaya Pandhalungan Jember di alun-alun Kabupaten Jember pada malam kedua, Sabtu (14/5/2016) mempertunjukkan kebolehan, ketrampilan, keahlian seni dan budaya dari masing-masing daerah di Kabupaten Jember.

Acara yang diperkirakan dimulai pukul 19.00 WIB, sedikit molor, karena cuaca hujan dan gerimis. Namun, tak menyurutkan para peserta untuk tetap tampil dan mempertunjukkan kebolehannya.

“Bukan hanya tari- tarian, musik rebana, gendang dan sejumlah alat musik lain, ikut ditampilkan dalam festival tersebut, kami ingin menunjukan, inilah Jember,” ujar Neni Benty salah satu panitia dari Kantor Pariwisata dan Kebudayaan.

Ditambahkannya, kalau selama ini, Jember banyak memiliki nilai seni. Namun, masih belum dikembangkam sepenuhnya.

“Melalui kesempatan yang diberikan oleh Bupati kita inilah, para pemuda jember ini, memanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Acara begitu meriah, bahkan pelataran dan kursi kehormatan yang di siapkan panitia, tak cukup. Ditambah acara tersebut bertepatan dengan malam minggu.

Pagelaran seni budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Jember, semakin menunjukan kalau Jember itu pas disebut kota “Pandhalungan” karena keheterogenannya.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., saat memberikan sambutan pembukaan pagelaran seni.

“Sebagai warga Jember kita harus paham, dengan Ilmu, hidup akan lebih mudah. dengan seni, hidup akan lebih indah. dengan agama, hidup akan lebih terarah. Pandhalungan adalah sebuah kombinasi seluruh seni dan budaya yang ada dan itu tumbuh berkembang di Jember,” tuturnya.

Bupati Faida juga ikut serta memukul salah satu kentongan, bersama beberapa pejabat penting dari Forkompinda, dan perwakilan dari Pres Jember. (*)

No Response

Leave a reply "Hujan, Festival Seni Budaya Tetap Meriah"