Download Logo HUT RI 72

“Hujan Lebat dibulan Desember, Beli Baju di Salemba Beluntas, Memang Hebat Bupati Jember Kotanya Maju dan Peduli Disabilitas”

HUT RI 72

“Hujan Lebat dibulan Desember, Beli Baju di Salemba Beluntas, Memang Hebat Bupati Jember Kotanya Maju dan Peduli Disabilitas” inilah petikan pantun dari Ketua umum Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Drs. Gufroni Sakaril MM. Gufroni sangat bangga bisa turut hadir memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2016 tahun ini yang dipusatkan di Kabupaten Jember.

Kebanggaannya cukup beralasan, pasalnya selama rangkaian peringatan HDI 2016 di Jember, benar-benar dilaksanakan sangat meriah dan didukung penuh oleh semua masyarakat serta Pemkab Jember selaku tuan rumah. “Baru kali ini, mungkin..peringatan HDI sangat meriah dan paling meriah dibandingkan selama ini, dukungan Bupati dan jajarannya sangat luar biasa, semoga Jember benar-benar menjadi daerah ramah difabel, Jember sebagai kota inklusi,” ucapnya bangga.

Ungkapan-ungkapan bangga itu terucap pada saat puncak acara HDI yang juga dihadiri langsung Mensos RI, Dra. Khofifah Indar Parawansa di alun-alun Jember, Sabtu (03/12/2016). Masih menurut Gufron, di tahun ini Indonesia telah mengesahkan undang-undang no 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, undang-undang ini menggambarkan betapa pentingnya perubahan paradigma bagi penyandang disabilitas yang semula paradigmanya hanya belas kasihan saat ini paradigmanya pemenuhan hak.

“Penyandang disabilitas sama dengan warga negara lain yang ingin punya pendidikan yang tinggi, ingin punya pekerjaan, ingin menjadi Bupati, menteri sosial, dan tentunya ingin bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.” Imbuhnya. Untuk itu pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemkab Jember dan masyarakatnya, yang telah menyambut baik HDI 2016 serta membantu hingga terlaksanakanya berbagai rangkaian kegiata HDI tersebut.

Acara puncak HDI berlangsung sangat meriah, dengan beberapa penampilan dari penyandang disabilitas seperti fashion show, solo vocal, dan artis kondang Dewi Yul turut menyanyikan beberapa lagu untuk masyarakat Jember.
Dan sebelum puncak acara dimulai, diadakannya beberapa kegiatan untuk penyandang disabilitas, yaitu karnaval inklusi yang diikuti peserta difabel dan non difabel, dengan berbagai kostum, dan defile, reog, ondel-ondel, tarian daerah Jember, pasukan merah putih, Satuan Bakti Pekerja Sosial Kemensos RI,dan juga musik patrol. Pawai yang berjalan dari lapangan PTPN 12 sampai alun-alun Jember berlangsung tertib dan lancar, meski diiringi dengan rintik hujan, dan dilanjut acara senam bersama penyandang disabilitas.

Selain berbagai penampilan tersebut, juga pada saat puncak acara ada pembacaan ayat suci Al-Quran penyandang disabilitas netra Jember, dan juga tilawah dari siswa SMP LB Jember, penampilan musik dari SLB Bintoro, penyerahan Perda Disabilitas kepada Bupati Jember dan Mensos RI oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember. Selain itu, juga ada penyerahan bantuan sosial langsung alat bantu dan alat belajar untuk penyandang disabilitas.

Sementara itu, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., menyampaikan Jember adalah kabupaten pertama penyelenggara HDI. karena biasanya HDI acaranya digelar di Jakarta atau di ibukota provinsi. “Dan sekarang suatu kehormatan acaranya di Kabupaten Jember.” Tuturnya.

Tercatat sampai saat ini ada sebanyak 211 penerima kaki dan tangan palsu, dan diserahkan pada saat acara berlangsung sebanyak 137 unit. “Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya kecamatan fisik bukanlah aib, aib sebenarnya adalah kecacatan hati yang sudah tumpul dan tidak peduli, terbiasa acuh terhadap kesulitan sesama, perlu belajar banyak dari penyandang difabel yang menjaga semangatnya, menjaga syukurnya, yang perlu kita diteladani.” Imbuhnya.

Bupati menyatakan setelah ditandatanganinya Perda difabel, seluruh jajaran di Pemkab Jember, mulai Bupati, camat, lurah dan kepala desa, sudah harus siap menjalankan Perda difabel, sekaligus meningkatkan Jember jadi kota inklusi sebagai sebuah komitmen Bupati dengan seluruh masyarakat Jember.

Di sisi lain Mensos RI, Khofifah menegaskan rencana strategi s secara detail, untuk disosialisasikan di daerah-daerah lain, agar terinspirasi oleh perda perlindungan dan pemenuhan hak hak disabilitas yang disahkan di Jember. Dari Kemensos terus berikhtiar dan berkoordinasi dengan lembaga kementrian terkait.

“Mudah-mudahan seluruh kementrian dan lembaga lainnya, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, privat sektor, supprot para keluarga yang didalamnya ada anggota penyandang disabilitas, mudah-mudahan semua tetap bisa memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas.” Tegasnya. (Izza, Mutia)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Leave a reply "“Hujan Lebat dibulan Desember, Beli Baju di Salemba Beluntas, Memang Hebat Bupati Jember Kotanya Maju dan Peduli Disabilitas”"