IAA Adakan Seminar Nasional Ekonomi dan Politik Santri

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., di dampingi Wakil Bupati (Wabup) Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief beserta Dandim 0824, Letkol Inf. Rudianto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Achmad Bunyamin, menghadiri acara Seminar Nasional yang mengangkat tema “tanggung jawab sosial, ekonomi, dan politik santri”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) se-eks karesidenan Besuki dan berlangsung di aula Serbaguna Bank Indonesia Jember, Minggu (19/2/2017).

Acara ini di mulai dengan sambutan Ketua IAA se-eks karesidenan Besuki H. Muhammad Muslim. Dalam sambutannya menyampaikan, semua yang dilakukan IAA harus ada wujudnya harus konkret, karena sesuatu itu teruji, dilihat dari hasilnya.

Orang-orang penting tidak harus menjadi Bupati, tidak harus menjadi Gubernur, tapi orang-orang penting itu adalah orang yang hadir ditengah-tengah masyarakat, dan mampu memberikan manfaat pada masyarakat, “IAA sudah banyak melalui hujan dan badai, tidak perlu menggigil karena gerimis, apapun yang ada dihadapan harus dilalui,” tuturnya.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., menyampaikan seminar ini akan menjadikan santri yang lebih bertanggung jawab dan berperan dibidang sosial ekonomi dan politik. Bupati mengajak santri meyakini bahwa “jalan menuju surga tidak hanya disatu pintu, banyak pintu yang lain harus diyakini bahwa pintu sosial, pintu ekonomi, pintu politik juga pintu masuk surga”, tuturnya.

Santri masuk kedunia ekonomi, berbisnis sah dan halal. Seharusnya ekonomi santri menjadi ekonomi yang mandiri, dengan bersinergi akan menjadikan bangkit dan lebih dari sebelumnya. Program Dikabupaten jember sudah lebih banyak lagi menyentuh dunia pondok pesantren, menjadikan pesantren basis informasi dan komunikasi untuk masyarakat dan sudah ada program bantuan kesehatan untuk pusat pondok pesantren. “Kesehatan santri adalah salah satu tolok ukur kesehatan masyarakat di Jember,” imbuhnya.

Begitu juga perwakilan BI Provinsi Jawa Timur menyampaikan mengenai ekonomi, yang mana ingin bermitra dan bersinergi terutamanya dengan Pesantren Annuqayah di Madura yang akan melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat bagi NKRI, hidup di dunia perekonomian. “rupiah yang selama ini kita jaga itu tergantung pada daya tahan ekonomi kita dan semua tidak akan tumbuh jika terus-menerus mengimpor barang dari luar.” Terangnya.

Pada acara inti yaitu seminar yang mengangkat tema “tanggung jawab sosial, ekonomi dan politik” dikupas oleh narasumber-narasumber yang luar biasa, yang salah satunya ialah Wagub Jatim, HM Syaifullah Yusuf. Gus Ipul panghilan Wagub, menginginkan untuk kalangan pesantren bisa menyampaikan pandangan keagamaan tentang berbagai hal baik itu politik, sosial juga ekonomi sehingga dapat menjadi inspirasi.

Sebagaimana di ketahui bersama bahwa belakangan ini banyak situs yang mengabarkan berita-berita yang tidak benar sehingga perlu dilakukan usaha keras dari semua dan bukan ikut memusuhi melainkan memberikan narasi balik dari berbagai macam berita.

Untuk membangun kesadaran yang mana dalam penggunaan internet dengan sehat dan Wagub Gus Ipul juga menyampaikan bahwa masyarakat untuk juga menjaga tata etika di dunia nyata juga dunia medsos. “saya bekerjasama dengan Telkom untuk mengadakan pelatihan jurnalis medsos juga penggunaan medsos yang sehat, dan hal ini akan di lakukan secara bertahap.” Imbuhnya.

Dengan ini Bupati Faida menyimpulkan dari beberapa narasumber yaitu pondok harusnya menjadi pusat kebangkitan bukan hanya ilmu melainkan juga kebangkitan di bidang sosial, ekonomi juga politik. Dengan adanya perencanaan membuat koperasi pesantren berjaringan, “saya sebagai Bupati akan mensuport program ini karena suksesnya pembangunan di Jember tidak lepas daripada kebangkitan ekonomi Pondok Pesantren,” imbuhnya.

Begitu juga Wabup Kyai Muqit menyampaikan kesimpulan dari seminar menurut para narasumber yaitu tanggungjawab ekonomi santri harus menjadi prioritas untuk di tingkatkan begitu juga berkembangnya teknologi informasi yang merupakan tantangan terbesar namun pada sisi lain harus menjadi potensi.

Islam Indonesia khususnya islam santri dan NU adalah tauladan tidak hanya di Indonesia tetapi bagi dunia dalam rangka untuk menjadi pelopor perdamaian, begitu juga Indonesia tidak bisa di lepaskan dari pesantren maka pesantren wajib memerangi radikalisme. (Izza, Mutia)

No Response

Leave a reply "IAA Adakan Seminar Nasional Ekonomi dan Politik Santri"