IGRA Wujudkan Jember Kota Santri Internasional

Mewujudkan generasi Qur’ani harus diupayakan sejak anak masih usia dini. Dengan demikian, Jember menjadi Kota Santri. Bahkan bisa jadi Kota Internasional. Peran ini berada di Raudatul Atfal (RA).

“Mudah mudahan RA di Jember mewarnai pendidikan hingga Jember menjadi Kota Santri,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., Minggu (29/10/2017).

Bupati pun menegaskan beruntung bagi anak-anak yang orang tuanya memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan usia dini di RA.

“Saya tahu RA ini lebih banyak ada karena ikhtiar swasta, ikhtiar orang – orang yang peduli pada pendidikan secara mandiri. Karena itu tidak bisa disepelekan peran RA dalam pembangunan sumber daya manusia di Jember,” ungkap Bupati.

Atas kepentingan tersebut, Bupati menyatakan berkomitmen memberikan dukungan kepada RA, meski RA berada di bawah struktur Kemenag.

Dukungan Pemkab Jember itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk pemenuhan sarana dan prasarana, seperti alat peraga edukasi di luar maupun dalan ruangan.

Tidak hanya itu. Untuk santri juga ada. “Pengelola RA bisa mengajukan permohonan bantuan bagi santri yang memiliki prestasi,” Bupati di hadapan ribuan santri RA dan orangtuanya di Alun-alun Jember.

Bupati berpesan kepada masyarakat agar tidak memaksakan anak untuk bisa baca tulis sebelum waktunya. Karena itu diharapkan orang tua memercayakan pendidikan anak kepada RA.

Selain baca tulis, tidak kalah penting adalah pendidikan budi pekerti. “Bagaimana anak-anak kita sejak dini punya kegotongroyongan, punya kesetiakawanan, punya rasa kepedulian terhadap sesama, hormat kepada guru, hormat kepada orang tua, sayang kepada teman. Ini juga perlu dipupuk,” ujar bupati dalam Gebyar Santri Kecil untuk memperingati Hari Santri 2017 dan Milad IGRA ke-15.

Drs. H. Syamsul Bahri, M. Pd. I menegaskan santri memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. “Bersama alim ulama menegakkan NKRI,” Syamsul Bahri dalam sambutannya.

Momen Hari Santri menjadi penyemangat, utamanya bagi santri, bahwa tetesan darah perjuangan kemerdekaan memberikan inspirasi baru.

“Untuk mengantarkan anak-anak kita kedepan lebih terhormat, lebih baik, dan lebih mulya di mata internasional,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur ini.

Ketua Ikatan Guru Raudatul Atfal (IGRA) Jember Khususiyah Sobiyah menyatakan pencanangan Jember Kota Santri Sejak Dini merupakan program IGRA sejak dua tahin lalu.

“Kenapa tidak, Jember Santri menjadi internasional,” obsesi pria yang akrab dipanggil Mahsusi ini. (*f2)

 

 

 

No Response

Comments are closed.