Ikatan Alumni Unair Siap Bantu Pemkab Jember

372 views

Ajakan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., agar alumni Universitas Airlangga ikut membantu pembangunan di Kabupaten Jember, mendapat sambutan positif dari Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKAUA) cabang Jember. Alumni Unair menyatakan kesiapannya untuk memberikan sumbangsihnya demi masyarakat dan daerah Jember.

IKAUA bahkan akan segera menindaklanjuti dengan konsolidasi internal pengurus guna menjabarkan konsep yang ditawarkan oleh bupati. “Alumni Unair bukan hanya siap, tapi itu wajib dan harus, karena ini melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Itu sebagai bhakti kita kepada alumni, dan masyarakat, jadi siapapun yang merasa alumni harus terpanggil,” ujar Nono Sumpono, Ketua Ika UA cabang Jember, dalam acara Family Gathering Ika UA di City Forest and Farm, Kaliurang, Jember, Minggu (17/12/2017).

Dalam hal ikut berperan dalam proses pembangunan di Kabupaten Jember, Sumpono menyatakan, keluarga alumni Unair sebenarnya jauh-jauh hari sudah melakukannya. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah revitalisasi Sungai Bedadung. Kegiatan lain dalam rangka membantu pembangunan Jember adalah Rumah Belajar Desa (RBD).

“Revitalisasi Sungai Bedadung kita laksanakan secara simultan dan bertahap sebagai pilot project. Nanti ini akan melebar sesuai dengan yang diinginkan,” tandasnya.

Program lain yang akan segera disusun dan dilaksanakan alumni Unair adalah Desa Binaan. Program ini merupakan tindak lanjut dari program kerja alumni Unair tahun 2017 yang di dalamnya termasuk program Rumah Belajar Desa (RBD).

“Untuk acara yang sekarang ini adalah merupakan langkah awal dari semua yang akan kita lakukan. Yang bisa kita lakukan, yaitu sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing dari semua teman-teman. Kita blanding, diblender jadi satu, kita jadikan sebuah konsep untuk melaksanakan program kerja 2017,” terangnya.

Terkait dengan dukungan terhadap ajakan Bupati Jember ini, panitia pelaksana acara Family Gathering Ika UA, dr I Nyoman Semita, menambahkan, program Desa Binaan yang digagas alumni Unair cabang Jember, adalah pemberian pembinaan secara utuh dan terpadu kepada masyarakat di suatu desa.

‘Ibu bupati minta, agar jangan ditutup (dibubarkan) kepanitiannya, harus buat konsep. Jadi saya kebayang masalah gizi, TBC, masalah sampah, kecil-kecil aja ya. Ini nanti akan dikoordinasikan dengan teman-teman. Kata teman-teman, kita harus bermanfaat, berarti kan harua bernilai. Kalau ingin bernilai, ya berusahalah, biar berguna bagi orang lain,” ujar dr Nyoman, yang spesialis bedah tulang belakang di RSU dr Subandi itu.

Lalu model Desa Binaan seperti apa yang akan ditawarkana kepada Bupati Jember untuk membangun masyarakat ?. Ditanya demikian, dr Nyoman memberikan perumpaan, jika di suatu desa diketahui ada malnutrisi atau gizi buruk, maka para alumni dengan keahlian masing-masing akan diterjunkan ke lapangan. Mulai dari tenaga perawat, dokter, ahli public speaking, ahli kebudayaan, akan dilibatkan untuk ikut menggarap Desa Binaan tersebut.

Demikian halnya kalau misalnya terjadi masalah gizi buruk. Menurut dr Nyoman, bisa jadi karena ibunya saat hamil kurang gizi.

Hal-hal seperti ini mungkin saja terjadi di Jember. Karena sebagaimana diketahui, diantara ibu-ibu di desa, saat masih gadis banyak yang belajar di pondok pesantren. Karena itu, gadis-gadis yang ada di pondok pesantren, perlu diajari bagaimana cara membuat milliu lingkungan sehat.

Sehingga, sejak dalam kandungan, bayi sudah berada pada lingkungan yang baik. Dan setelah lahir, bayi tersebut akan mudah menyesuaikan dengan alam barunya “Mungkin ibunya saat belajar di pondok pesantren asupan gizinya juga kurang, jadi penangannya akan dilakukan mulai dari pondok pesantren,” tuturnya.

Begitu juga pada kasus penyakit lain, seperti TBC misalnya. Meski pencegahannya sudah gencar dilakukan dan imunisasinya juga sering dilakukan, tapi karena penyebab utamanya belum disentuh, maka upaya dinilai sia-sia. “Karena itu perlu dilakukan survey untuk mengetahui latarbelakangnya,” tambahnya.

Sebelumnya, pada acara Family Gathering IKA UA, di City Forest, dalam sambutannya, Bupati Faida mengajak IKA UA untuk bersinergi dengan Pemkab Jember. Bahkan kepada pengurus IKA UA beserta tokoh-tokohnya yang peduli terhadap pembangunan untuk merumuskan suatu hal guna membantu pembangunan di Kabupaten Jember.

Bupati juga menyambut baik IKA UA yang telah melaunching Rumah Sakit Terapung. “Kita mempunyai tanggungjawab dengan ilmu yang kita emban sampai saat ini,

No Response

Comments are closed.