Jember Kota Pandhalungan

Impikan Pasar Buah Untuk Nilai Tambah Petani

jeruk-siamMendengar nama Jeruk, ingatan kita tertuju pada salah satu nama daerah yang ada di Jember. Daerah di wilayah barat Kabupaten Jember yang dikenal sebagai penghasil gula itu, tidak lain adalah Kecamatan Semboro. Daerah ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil gula (PG Semboro), tapi juga menjadi sentra dari beberapa jenis buah-buahan, seperti Salak, bahkan juga Blimbing dan Srikaya. Semboro adalah sebuah daerah kecamatan yang sebelumnya menjadi wilayah dari Kecamatan Tanggul. Daerah yang berjarak sekitar 35 km dari Kota Jember ini, memiliki luas wilayah tidak kurang dari 39,33 km 2. Kecamatan Semboro dengan 6 desa, antara lain, Semboro, Sidomekar, Rejoagung, Sidomulyo, Pondokjoyo, Pondokdalem, ini merupakan daerah pertanian yang dikenal dengan lahannya yang sangat subur. Ini dibuktikan, hampir semua jenis buah-buahan yang dibudidayakan berkembang dengan baik. Misalnya, buah naga kuning yang idealnya cocok untuk daerah ketinggian, 700 m dpl, ternyata bisa tumbuh bagus di daerah ini, bahkan menghasilkan buah yang cukup diminati supermarket.Daerah dengan jumlah penduduk 45.167 jiwa ini, sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra tanaman buah. Ini karena, masyarakat di daerah tersebut dikenal sebagai petani yang ulet dan sangat inovatif, sehingga ketika ada perkembangan teknologi baru dalam bidang pertanian dipastikan akan mudah diterima dan diterapkan.

Jeruk dengan Kekhasan Rasa

Selama ini masyarakat mengenal Jeruk Semboro sebagai buah yang memikiki rasa cukup manis, tapi tidak pernah tahu kelebihan lain dibanding jeruk dari daerah lain, seperti Pontianak. Dari keterangan beberapa orang pedagang di Pasar Jeruk Tanggul, Jember, kelebihan yang dimiliki Jeruk Semboro dibanding dari daerah lain, yakni kandungan airnya.Dengan kandungan airnyayang cukup banyak, ternyatamenjadikan Jeruk Semboro lebihdisukai masyarakat. Mengkonsumsi jeruk dari Semboro, apalagipada siang hari, akan terasasegarnya.Budidaya tanaman jeruk diKecamatan Semboro yangdimulai sejak 1977 dan mengalamibooming pada tahun 1993,karena hampir semua lahanpertanian ditanami jeruk, saat inidalam setiap tahunnya menghasilkan 23.857 ton jeruk. Buahjeruk yang dihasilkan petaniSemboro ini, dijual ke berbagaidaerah, seperti Surabaya, Yogjakarta, Bandung, Jakarta, bahkanjuga Bali.Yang menjadi persoalan bagipemerintah setempat berkaitandengan potensi buah jeruk yangbanyak dihasilkan daerah ini, yaknibelum tersedia pasar buah.Karena itu, Kecamatan Semboroberharap Pemkab Jember bisamemberi bantuan berdirinya Pasar Buah, khususnya Jerukdi daerah ini.Berdirinya pasar buah untuk Kecamatan Semboro ini,agaknya memang sangat dibutuhkan, mengingat daerah ini tidak hanya menghasil Jeruk, tapi beberapa jenis buah lainnya, seperti buah naga, salak, belimbing, serta srikaya,juga dihasilkan oleh daerah ini. Diharapkan dengan tersedianya pasar buah, petani tidak perlu pergi ke laindaerahya untuk menjual hasil pertaniannya, sehingga mengurangi ongkos transport.

No Response

Comments are closed.