Jember Kota Pandhalungan

Jadikan Bulan Purnama Sebagai Penarik Minat Wisatawan

Bulan Purnama Di Pantai PugerBisa jadi, gagasan menjadikan Puger sebagai daerah tujuan wisata bahari di Kabupaten Jember, bukan hanya impian belaka. Pasalnya, dengan potensi kelautannya, daerah ini menyimpan potensi kewisataan yang bila dikembangkan, akan menjadi penyumbang pendapatan daerah yang cukup siginfikan, selain juga akan memberikan manfaat besar bagi masyarakatnya.

Dengan letaknya yang berada di pesisir laut selatan dan menjadi pelabuhan penangkapan ikan, Puger bisa dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata. Belum lagi kalau daerah ini dihubungkan dengan keberadaan Pulau Nusa Barong, sebagai kawasan suaka alam dengan pantainya yang sangat eksotik.

Besarnya potensi kewisataan yang dimiliki Puger ini, akan sangat disayangkan apabila tidak dikembangkan. Sebab itu merupakan kekayaan yang ternilai, khususnya bagi masyarakat Puger dan Pemkab Jember sendiri.

                Adalah Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sumber, Drs Sumardi, M.Si, yang mencoba menggairahkan sektor kewisataan yang ada di Puger. Melalui pembuatan gedung aula yang diberi nama Wahya Graha, Sumardi berencana akan menggelar kegiatan seni, pada hari dan saat-saat tertentu.

Pagelaran seni tersebut, rencananya akan dilaksanakan pada setiap tanggal 15 menurut kalender Jawa atau saat bulan Purnama. Pada tanggal tersebut, akan digelar beberapa kegiatan seni, seperti, wayang kulit, pencak silat dan kegiatan seni lainnya.

Keinginan untuk menjadikan kawasan Puger sebagai daerah tujuan wisata ini, diakui Sumardi, terilhami dari kegiatan wisata di Bali.  Menurutnya, wisatawan asing yang berkunjung ke Bali, tidak pernah mengalami kesulitan untuk menikmati obyek wisata atau tempat pagelaran seni yang ada. Sebab pemandu wisata yang ada di daerah ini akan selalu menghantarkan wisatwan asing ke tempat-tempat wisata atau seni budaya yang diinginkan.

Apa yang terjadi di Bali, akan dicoba oleh Sumardi dengan cara memanfaatkan gedung aula Wahya Graha yang sudah dibuat di halaman kantor UPTD Pendidikan Puger. Dan apabila itu benar-benar bisa terwujud, maka aula Wahya Graha nantinya, tidak akan hanya berfungsi sebagai gedung pertemuan, tapi juga kegiatan seni.

“Jadi nanti kalau ada tamu wisatawan datang ke Puger, pas tanggal 15 akan diajak nonton ludruk, atau kegiatan yang lain. Kebetulan teman-teman guru juga banyak yang bisa dalang,” ujar Sumardi, dalam sambutannya pada acara peresmian aula Wahya Graha UPTD Pendidikan Puger, oleh Bupati Jember, MZA Djalal, beberapa waktu lalu.

Obsesi untuk menjadikan Puger sebagai kawasan tujuan wisata ini, diakui Sumardi, pada dasarnya merupakan tindak lanjut dari harapan Bupati Jember, MZA Djalal, yang menginginkan Puger, khususnya Nusa Barong menjadi kawasan wisata representatif, yang tidak hanya diminati wisatawan lokal, tapi juga asing.

Untuk mewujudkan impian ini, bupati bersama sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Jember, beberapa tahun lalu, bahkan pernah mendatangi Pulau Nusa Barong dengan menggunakan perahu. Hanya saja, harapan untuk terwujudnya Puger menjadi daerah tujuan wisata internasional, hingga saat ini belum mendapat tanggapan dari para pemilik modal, yang berminat mengembangkan potensi kewisataan di kawasan itu.

Menanggapi obsesi Kepala UPTD Pendidikan Puger, Sumardi ini, Bupati Jember, mengatakan, bahwa untuk menjadikan Puger sebagai daerah tujuan wisata, pada dasarnya tidak terlalu sulit, karena sejatinya yang dibutuhkan oleh sebuah kawasan wisata, hanya kenyamanan, keamanan bagi wisatawan. Artinya, masyarakat di daerah yang akan dijadikan tujuan wisata haruslah benar-benar bisa memberikan jaminan wisatawan bebas dari ketidaknyamanan, ketidakamanan dan rasa takut.

Sedang untuk menuju kesana, hal yang perlu dilakukan adalah, meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat di daerah tersebut. Menurut bupati, kalau rakyat sudah pintar, apapun yang menjadi obsesi, misalnya menjadikan Puger sebagai daerah tujuan wisata, akan mudah dicapai.

Hal yang seperti ini harus dilakukan, karena dilihat dari peta Kabupaten Jember, meski beberapa kemajuan sudah berhasil dicapai termasuk pertumbuhan ekonominya yang mencapai 7,2 %, namun dari sisi ediologi, masyarakat Jember belum mampu menerjemahkan Pancasila dengan baik. Indikasinya, masih ada masyarakat Jember yang terlibat gegeran atau konflik. (*).

No Response

Comments are closed.