Jadikan Pasar Tanjung sebagai Pasar SNI

Bupati Jember dr Hj Faida, MMR menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang telah memasukkan Pasar Tanjung sebagai salah satu pasar yang mendapatkan program revitalisasi.

“Kami tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu,” kata Bupati berapi-api dalam pidato sambutan di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (16/03/2017).

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke Kabupaten Jember terkait komoditas eksport dan revitalisasi Pasar Tanjung. Selain menteri, tampak hadir Direktur Jendral Perdagangan dalam Negeri Ir. Tjahya Widayanti MSc, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produkdala Negeri Noviana Vrisvinta, SE., MM.

Salah satu kesungguhan itu, lanjut Bupati, Pemkab Jember menggandeng sejumlah pihak untuk revitalisasi Pasar Tanjung. Pihak yang digandeng diantaranya para arsitek Jember serta perguruan tinggi di Jember untuk ikut mendesain Pasar Tanjung menjadi pasar berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia).

Pasar Tanjung menjadi sasaran revitalisasi karena menjadi pasar induk di Kabupaten Jember. Pasar ini pernah memiliki kejayaan sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Selain itu, pasar ini telah lama tidak mendapatkan sentuhan revitalisasi.

Di pasar yang menjadi pusat ekonomi kerakyatan tercatat lebih kurang 12 ribu pedagang. Dari jumlah itu, dengan banyak pedagang berjualan di luar pasar induk ini.

Bupati Faida mengajak seluruh jajaran di Kabupaten Jember, khususnya pejuang produk lokal, untuk bersama-sama mengangkat produk lokal dan mementingkan ekonomi kerakyatan. ”Jika ekonomi kerakyatan kita bangkit maka kepentingan yang lain tentu akan lebih baik,” tegasnya.

Menteri Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa Jember menjadi penting karena memiliki kekayaan yang bisa dihasilkan dan bisa dijadikan komoditi unggulan.

Menteri menjelaskan, dalam perdagangan luar negeri, untuk mengekspor diperlukan sesuatu yang secara relatif tingkat persaingannya rendah, yaitu sesuatu yang diproduksi di dalam negeri.

Menteri menyontohkan Kopi Jember, yang sebenarnya terkenal cukup lama namun terpendam sekian lama dan tidak terangkat. Kondisi ini membuat kopi Jember kalah dengan kopi-kopi lain. Bahkan kopi Jember diklaim milik negara lain. Karena itu, lanjutnya, jangan mengekspor kopi mentah.

“Kami mempunyai kepentingan untuk meningkatkan eksport, kami mempunyai kepentingan untuk menjaga pasar domestik dengan cara memperkuat industri kita,” jelasnya. (*F2, izza)

No Response

Leave a reply "Jadikan Pasar Tanjung sebagai Pasar SNI"