Kerja Nyata

JEMBER CAR FREE DAY, KEBEBASAN RUANG GERAK MASYARAKAT

Pencanangan Jember Car Free Day (hari bebas kendaraan bermotor) yang dibakukan Pemkab Jember sejak Minggu 24 Februari 2013, menjadi sejarah tersendiri bagi masyarakat, khususnya pecinta olahraga. Mereka sangat menikmati kebebasan beraktifitas tanpa takut terganggu oleh polusi kendaraan bermotor.

Masyarakat juga dapat secara leluasa melakukan aktifitas olahraga di jalanan seperti bersepeda, skate board, senam jogging maupun futsal setiap hari Minggu mulai pukul 05.00 sampai 10.00 WIB. Berbagai elemen masyarakat menyambut antusias adanya Jember Car Free Day, yang membebaskan beberapa ruas jalan, seperti Jl. Sudarman depan Pemkab Jember, Jl. Kartini, Jl. Ahmad Yani dan Jl. Sultan Agung, dari hiruk pikuk kendaraan roda empat maupun roda dua.

Salah satunya adalah Komunitas Pecinta Wisata Jember (KPWJ) dan Komunitas Marka Lintas. Kedua komunitas itu sengaja memanfaatkan launcing hari bebas kendaraan bermotor untuk menggelar sebuah kegiatan, yakni Jalan Santai Go Green mengitari Jl. Ahmad Yani, Jl. Trunojoyo, Jl. Syamanhudi dan Jl. Sultan Agung sambil melakukan bersih-bersih sampah.

KPWJ sendiri pencetus ide itu sengaja menurunkan anggotanya sebanyak 65 orang, yakni utusan dari 8 SMA negeri dan swasta di kawasan kota sambil membagikan stiker dan meneriakan yel yel Jember Yes. Menurut Ketua KPWJ, Ahmad Hisyam Mumtaz, diberlakukannya Jember Car Free Day adalah hal positif untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

Bahkan mahasiswa fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Jember itu berbendapat, KPWJ mencoba untuk mensinergikan jalan santai go green dengan hari bebas kendaraan bermotor. Dalam kegiatan jalan santai go green ini, KPWJ sengaja menggandeng Komunitas Marka Lintas yang anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai dispilin ilmu di lingkup Universitas Jember.

“Ini merupakan sebuah langkah maju dari Pemkab Jember membuat aturan hari bebas kendaraan bermotor, di hari minggu semua masyarakat bisa bergembira dan berolahraga sebebas-bebasnya. Terpenting lagi, Jember Car Free Day ini upaya untuk mengurangi polusi udara, segarnya udara pagi bisa dinikmati setiap hari minggu dan bebas dari kemacetan,” paparnya.

Hisyam membandingkan, dulu sebelum adanya Jember Car Free Day, seputar alun-alun Jember dipenuhi oleh parkir kendaraan bermotor. Yang seperti itu, jelas mengurangi ruang gerak masyarakat ketika berolahraga. “Saat ini pemandangan seperti itu tidak ada lagi dan minggu pagi adalah milik masyarakat untuk berolahraga,” jelas Hisyam.

Dalam kegiatan jalan santai tersebut, baik KPWJ maupun Komunitas Marka Lintas sengaja membagikan stiker dan brosur tertib lalu lintas kepada pengguna kendaraan bermotor di Jl. Trunojoyo dan Jl. Syamanhudi yang dilanjutkan di Jl Sultan Agung. Dan sejak Jember Car Free Day diluncurkan, kawasan kota setiap hari minggu pagi menjadi tempat relokasi baru bagi pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya menempati di Jl. Kartini depan RM. Lestari.

Dalam kesempatan itu, KPWJ juga menyempatkan diri melakukan bincang-bincang dengan PKL, dan ternyata sambutan mereka cukup luar biasa setelah dipindahkan ketempat baru. Kendati awalnya PKL merasa ragu dan pesimis apakah pembelinya akan seramai sebelumnya.

Supono salah seorang pedagang susu sari jagung asal Kecamatan Tempurejo, ketika dimintai pendapatnya oleh KPWJ mengatakan, dirinya semula merasa ragu saat diminta memindahkan dagangannya dari Jl Kartini ke Jl. Sultan Agung. Mengingat hari Minggu pagi adalah kesempatan baginya untuk meraup keuntungan.

Namun keraguan itu ternyata tidak terbukti. Jl. Sultan Agung yang memang cukup luas dan arealnya panjang, ternyata nyaman untuk ditempati berdagang, karena PKL tidak harus berhimpitan dan pengunjungnya pun juga lebih banyak diban ding lokasi semula.

Puncak kegiatan jalan santai itu diakhiri penyematan pin pelopor keselamatan berlalu lintas kepada ketua KPWJ oleh Polres Jember. Rencananya, komunitas tersebut bakal melakukan berbagai kegiatan bagi anggotanya yang arahnya untuk mendukung Jember Car Free Day dan membantu Polres Jember mengampanyaken budaya tertib lalu lintas guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

No Response

Comments are closed.