Jember Kian Diminati untuk Study Banding

Kabupaten Jember terus menarik minat daerah lain untuk dikunjungi. Tak hanya sektor pariwisata kreatif, seperti Jember Fashion Carnaval (JFC), yang mengundang minat daerah lain untuk mengunjungi Jember. Sektor lain pun ternyata tak kalah menariknya untuk dilihat secara langsung.

Adalah sektor pertanian di Kabupaten Jember, yang kali ini mengundang minat Kabupaten Bireuen, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, untuk dikunjungi dan dilihat secara langsung. Komisi Irigasi Kabupaten Bireuen, merasa perlu untuk datang ke Jember, karena menilai, penanganan sektor pertaniannya sudah berjalan dengan baik.

Staff Ahli Bupati, Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, merangkap Plh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Bireuen, Ir. Raden Yusrusanadi, menyatakan, selain kunjungan kerja, kedatangannya ke Jember, juga sebagai kegiatan silaturahmi antara Komisi Irigasi di Aceh dengan Komisi Irigasi di Jawa Timur.

“Saran yang diarahkan oleh seorang konsultan dan yang hadir ialah komisi senior yang benar-benar memperhatikan tentang irigasi, dimana Kabupaten Jember merupakan lumbung padi nasional. Mengapa kita tidak melihat kesini yang sudah berhasil ?,” akunya, seraya bertanya.

Mengenai pembangunan irigasi pertanian di Kabupaten Bireuen sendiri, kata dia, meski potensi pengairannya cukup besar, namun pemanfataan dan pengelolaannya belum maksimal. Untuk irigasi non tekhnis selama ini memanfaatkan pada hujan. Sedang untuk semi non tekhnis dibuat waduk kecil.

Oleh karenanya, dalam rangka optimalisasi pemanfaatan potensi alam yang ada, Kabupaten Bireuen, melakukan kunjungan kerja atau study banding guna mendengar sekaligus melihat langsung pola penanganan sektor pertanian yang telah menjadikan Jember cukup dikenal hingga tingkat nasional.

“Di Kabupaten Bireuen, air dan tanah merupakan potensi, karena itu kedatangan ke Jember ini bisa membawa pulang hasil, sehingga pertanian (di Bireuen) dapat optimal, serta belajar kenapa Jember begitu terkenal,” ungkapnya.

Yusrusanadi mengakui, dalam kegiatan study banding ini, pihaknya lebih memilih pembelajaran di lapangan. Karena dengan cara ini, pihaknya akan bisa melihat langsung bagaimana cara penanganan irigasi yang benar dan baik. Mengingat, untuk sektor pertanian, utamanya soal irigasi teknis yang dialami Bireuen, selama ini dinilai masih belum memadai, sehingga diharapkan dapat dipelajari dari Kabupaten Jember.

Sementara Kepala Dinas PU Binamarga Sumberdaya Air dan Pengairan, Kabupaten Jember, Ir Rasyid Zakaria, yang menerima kunjungan kerja Komisi Irigasi, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, selain menyampaikan ucapan Selamat Datang di Kota Pandhalungan dan Kota Karnaval kepada tamunya, juga menjelaskan soal sistem irigasi yang ada di Kabupaten Jember. “Sistem irigasi yang ada di Jember berupa system pengairan dan pontesinya, yaitu baku sawah yang diairi, jumlah daerah irigasi, aliran sungai besar yang mengairi dan DAM (bendungan) pensuplai,” jelas Rasyid, dalam acara penerimaan tamu kunjungan kerja Komisi Irigasi Propinsi Aceh di Sekretariat Komisi Irigasi Kabupaten Jember, Selasa (26/9/2017). (*Brt, Izza)

No Response

Comments are closed.