Jember Pecahkan Rekor Bakar 60.000 Jagung

522 views

Pemerintah Kabupaten Jember bersama Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) memecahkan rekor MURI untuk bakar jagung terbanyak.

Momen spektakuker itu digelar di halaman Balai Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Minggu pagi (19/11/2017). Bupati pun bangga dan mendorong para pemuda di Kabupaten Jember untuk mencintai pertanian.

“Kita menggerakkan pemuda pemuda Jember untuk mendukung pertanian, kembali ke lahan. Tentu saja dengan mengikuti perkembangan teknologi dan dunia pertanian,” ujar dr Hj Faida MMR usai penganugerahan pemrakarsa pemecahan rekor MURI.

“Hari ini kita memecahkan rekor MURI dengan membakar 60.000 tongkol jagung,” bupati dengan senyuman khasnya.

Rekor tersebut mengalahkan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang menggelar bakar jagung sepanjang 2,5 kilometer dengan jumlah jagung sebanyak 50.000 tongkol.

“Ini merupakan simbol Jember memiliki potensi, termasuk jagung,” tegas perempuan pertama Bupati Jember ini.

Lebih jauh dijelaskan, untuk pasca produksi akan ditindak lanjuti dengan program dari pemerintah kabupaten.

Pemerintah akan melibatkan UMKM dalam pemakaian bahan baku jagung maupun produk olahan jagung. “Akan kita fasilitasi dengan program program pemerintah Kabupaten Jember,” jelasnya kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik.

Momentum penting ini pun harus menjadi pendorong pemuda lainnya untuk terlibat dalam pertanian.

“Bagaimana pemuda ada di hulu sampai hilir untuk produk produk jagung. Termasuk untuk mengembangkan potensi ekspor hasil jagung,” harapnya.

Terkait Jember menjadi salah satu basis penyumbang produksi jagung nasional, Bupati menyampaikan optimismenya produksi jagung di Jember mampu menjadi penyumbang produksi nasional. Hal ini karena luas lahan tanam yang masih sangat luas.

“Kita masih punya lahan lagi yang bisa dikembangkan untuk produksi jagung. Dan saya yakin ini bisa membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Jember,” pungkas bupati.

 

Menjadi Petani Berwibawa

Sementara Koordinator Daerah Gempita Jember Ali Murtadlo menyatakan pemecahan rekor sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas hasil tanam jagung pada 2017.

“Gerakan Pemuda Tani Indonesia hadir untuk menjadi spririt bahwa Indonesia adalah lumbung pangan dunia, Indonesia adalah luar biasa dalam ketahanan pangan,” kata Ali Murtadlo.

Gempita yakin pertanian mampu membuat pemuda kaya dan berwibawa. “Bukan lagi pertanian di sepelekan. Sudah waktunya pemuda kembali ke pertanian. Kita tunjukkan pertanian menjadikan kita perfect,” tegasnya.

Pemuda harus menggantikan petani saat ini yang rata rata sudah berusia diatas 50 tahun. Bila tidak digantikan maka ketahanan pangan kedepan tidak akan tercapai.

Ali menjelaskan, jagung untuk memecahkan rekor berasal dari panen petani yang mendapatkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian.

Ada 5.000 hektare lahan yang mendapatkan bantuan benih. Satu hektare mendapatkan 15 kg benih jagung unggul. (*f2/mutia)

No Response

Comments are closed.