Jember Kota Pandhalungan

(JFC) Jember Fashion Carnaval

Jember Fashion Carnaval atau JFC merupakan event fashion yang melambangkan kreativitas anak muda di Kabupaten Jember. Ide ini digagas pertama kali oleh Dynand Fariz, seorang desainer fashion kelahiran Jember dan dilaksanakan pertama kali pada tanggal 1 Januari 2003. Pada tahun 2011 JFC genap berusia satu dekade (sepuluh tahun) dan kemudian berkembang menjadi event bertaraf nasional bahkan internasional karena memiliki beberapa keunikan antara lain :

Para peserta yang tampil bukanlah seorang desainer, model, maupun penari profesional. Mereka justru datang dari berbagai kalangan seperti pelajar dan mahasiswa, pegawai swasta, duta, bahkan ibu rumah tangga.
Peserta yang tampil mendesain sendiri baju rancangannya dengan memanfaatkan bahan bekas pakai atau daur ulang.
Merupakan yang pertama di Indonesia dan belum pernah ada di kota lain, serta tampil di sebuah kota kecil yang relatif jauh dari ibu kota negara maupun ibu kota provinsi.Catwalk terpanjang di Indonesia (3,6 km) dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).
Jumlah fotografer dan jurnalis yang ingin meliput acara ini pun mencapai 2000 orang, meskipun yang mendapat akreditasi resmi dari panitia hanya 200 orang . Dalam JFC, fesyen berpadu dengan kekuatan fisik dan stamina. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan para peragawan peragawati bukan sekadar pakaian. Pakaian adalah medium pesan. Itulah sebabnya kenapa defile-defile dalam JFC memiliki nama. Namun karena mengandung pesan itulah, pakaian yang dikenakan tak jarang ‘menguras energi’. Menguras energi di sini benar-benar dalam arti sebenarnya, karena bobotnya cukup berat dan dipenuhi beraneka ragam aksesori. JFC dilaksanakan setiap tahun pada bulan Agustus.

No Response

Leave a reply "(JFC) Jember Fashion Carnaval"