Kadinkes Jatim Optimistis Derajat Kesehatan Masyarakat di Jember Akan Meningkat

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, mengaku senang dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, karena telah memberi kepercayaan kepada Kabupaten Jember untuk menjadi tuan rumah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Hanya saja, kalau bicara masalah kesehatan, terlebih untuk menyehatkan Jawa Timur, maka perlu adanya kolaborasi semua pihak dan tidak kerja sendiri-sendiri.

“Kita sangat berterimakasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, karena telah memberi kepercayaan kepada Jember untuk menjadi tuan rumah Hari Kesehatan Nasional (HPN),” ucap Bupati Jember, dr Faida. MMR, dalam acara Gathering, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember, Sabtu malam (2/12/2017).

Berkumpulnya insan kesehatan dalam sebuah acara untuk berkolaborasi dalam rangka meningkatkah derajad kesehatan masyarakat itu, sangat bermakna dan bemanfaat bagi masyarakat Jember. Mengingat, saat ini Jember tengah giat-giatnya berupaya untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.

“Hari ini kita insan kesehatan se Jawa Timur berkolaborasi di Jember, yang puncaknya besuk (hari minggu), sekaligus melaunching aplikasi pemantauan ibu hamil resiko tinggi di Jember, sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengingat Jember masih menempati posisi tertinggi se Jawa Timur untuk tingkat kematian ibu dan bayi, karena jumlah penduduknya memang sangat besar,” tutur bupati.

Aplikasi ini, nantinya tidak hanya melibatkan insan kesehatan saja, tapi juga instansi lintas sektoral, termasuk kepala desa, babinsa. Bahkan di handphone bupati, nantinya juga ada aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk memantau ibu hamil yang terlambat kontrol lebih dari 7 hari.

“Salah satunya, apabila ada ibu hamil resiko tinggi yang terlambat kontrol lebih dari 7 hari, maka akan menjadi pantauan semua yang terkait melalui tanda-tanda pada masing-masing handphone mereka. Ini sebagai bentuk upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso, yang hadir dalam acara itu menyatakan rasa bangga dan dukungannya atas berbagai upaya yang dilakukan Bupati Jember terkait peningkatan derajad kesehatan masyarakat. Menurut dia, ada dua hal yang membuat derajat kesehatan menjadi baik.

Pertama adalah pimpinannya, dan yang kedua stakeholder kesehatannya. Pimpinan dimulai dari presiden, gubernur, bupati/walikota.

“Kalau melihat ibu bupati seperti ini, niatnya, langkahnya, tindakannya, maka bisa diharap banyak, derajat kesehatan masyarakat Jember akan meningkat,” akunya

Kadiskes Jatim juga meminta, agar bupati bisa menghalau (menggerakkan), merencanakan, menganggarkan untuk biaya-biaya yang menyangkut kesehatan. Selain juga diharapkan, memberdayakan masyarakat dan menggerakkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu bentuk kegiatan yang bisa dijalankan adalah Germas (Gerakan Masyarakat). Sebagaimana Intruksi Presiden no 1 tahun 2012, agar dilakukan gerakan masyarakat (germas) di semua lembaga, kementerian sampai desa.

Semua lembaga diminta untuk bergerak dan melakukan langkah yang bermakna kesehatan. Pun juga, semua instansi, mulai tingkat bupati, wali kota, OPD, dan semua elemen masyarakat diharapkan bergerak untuk menentukan langlah-langkah yang terkait peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Bentuk gerakannya bisa dilakukan dengan perbaikan sanitasi, car free day. “Dan tiga hal, bagaimana masyarakat makan buah dan sayur dengan baik, cek kesehatan secara berkala, serta aktivitas olahraga 30 menit setiap hari,” tuturnya. (Mutia, Indra GM)

No Response

Comments are closed.