Jember Kota Pandhalungan

Kaligrafi Seruni Sempat Dipesan Bupati DJalal

KaligrafiBerawal dari kebingungan akan nasibnya karena belum memiliki pekerjaan tetap untuk menapak masa depan, membuat Muhammad Rofik warga Desa Seruni Krajan Kecamatan Jenggawah terinspirasi untuk mengikuti jejak orang lain membuat krajinan kaligrafi dari bahan kuningan.Dalam benaknya waktu itu muncul pertanyaan kenapa orang lain bisa sukses lantaran memproduksi kerajinan tersebut?, hal itu memicu Cak Rofik panggilan akrabnya di tahun 2001 untuk mencoba memproduksi kerajinan kaligrafi bebekal tekad bulat dan belajar secara otodidak kendati proses pembuatan lafal Al Qur’an itu tidak segampang dibayangkan orang.

Ketika ditemui oleh wartawan Majalah Jember Kita (JK), Rofik menceritakan, hasil karya pertamanya laku seharga Rp.200 ribu dan dibeli oleh Almarhum H.Ali tokoh masyarakat Jember . Betapa gembiranya Rofik ketika kaligrafi bikinannya itu berpindah tangan, sejak itu dorongan kuat untuk menekuni home industri kerajinan kaligrafi tak bisa terbantahkan lagi. Ribuan kerajinan kaligrafi lahir dari tangan Rofik sampai sekarang, tak heran jika Desa Seruni Kecamatan Jenggawah dikenal sebagai home industri kaligrafi dan Rofik sendiri juga mulai berancang-ancang mewariskan ilmunya itu kepada salah satu orang anaknya.

“Kerajinan ini berbahan lempengan kuningan dan didatangkan langsung Kembang Jepun Surabaya, kalau orderan ramai maka saya juga pesan kuningan itu banyak dan tidak hanya melayani perorangan tapi juga tempat ibadah. Masjid jamik  Rambipuji pernah pesan kepada saya  kaligrafi berukuran 24 meter, termasuk juga hiasan kaligrafi  masjid jamik Klompangan itu bikinan saya meskipun ukurannya lebih pendek. Kalau di rata-rata setidaknya sebulan saya butuh 10 lempengan kuningan, harga jual kerajinan kaligrafi itu minimal Rp.1 Juta dan itu juga bergantung ukurannya,”jelas Rofik.

Rofik juga tidak pernah menampik kedatangan siapun ke rumahnya untuk memesan karyanya itu, dirinya menyadari sepenuhnya sukses menjadi pengrajin kaligrafi juga tidak terlepas dari dukungan konsumen.Kemauan pemesan juga dilayani sepenuh hati oleh Rofik ketika kepincut untuk memesan kaligrafi tersebut, tidak semua ayat atau surat Al Qura’an  serta-merta dituangkan di lembaran kuningan.Tak jarang pembeli meminta Rofik mendesaian kaligrafi sesuai permintaan pembeli, bahkan Rofik sendiri pernah  membuat kaligrafi Surat Al Mukminun dan dibutuhkan tenaga ekstra karena surat tersebut panjang.

“Jadi pembeli itu ke sini tidak semuanya lantas pasrah ke saya untuk dibuatkan kaligrafi, mereka pingin kaligrafi Surat Al Fatihah, Surat Al Iklash dan surat lainnya maka mau tidak mau saya buatkan.Kaligrafi Desa Seruni ini juga mengundang ketertarikan Pak Djalal bupati Jember untuk memesan, beliau malahan pernah melihat dari dekat kerajinan ini ketika berlangsung kegiatan dialog solutif di Kecamatan Jenggawah. Kerajinan kuningan ini tidak semua motifnya kaligrafi tapi ada juga kereta  kencana, kuda liar  ataupun tokoh  wayang kulit seperti Gatotkaca, Bima dan Kresna,”ungkap Rofik.

Uniknya kerajinan kuningan ini sama sekali tidak ada sentuhan teknologi dan semua dikerjakan oleh Rofiq secara manual, namun demikian bukan berarti untuk mentutaskan semua pesanan butuh waktu lama. Pasalnya, Rofik tidak pernah sendirian menangani kerajinan kaligrafi tersebut karena dibantu oleh anggota keluarganya. Tidak saja lempengan kuningan, ada juga triplek, kaca dan bingkai pigora terlihat di ruang belakang rumah Rofik, pria berusia lanjut  itu sengaja memfungsikan rumahnya sebagai bengkel kerja. Keceriahan dan suasana guyub terpancar jelas di keluarga Rofik, manakala dirinya disibukan oleh pekerjaan menumpuk dan harus segera diselesaikan.

Pemasaran kerajinan kaligrafi milik Rofik itu tidak hanya di seputaran Kabupaten Jember saja, beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Jakarta dan Lombok (NTB) juga  menjadi bidikan untuk melempar karyanya itu.Diakui oleh Rofik, kerajinan Kaligrafi Desa Seruni tersebut memiliki keistemewaan tersendiri.Selain warna kuningannya tidak mudah pudar karena sudah disemprot anti karat dan membuat kerajinan tersebut berkilau meski bertahun-tahun, Rofik juga tidak hanya sekedar menjual  karyanya tapi juga melayani pesanan dan ini tidak ditemukan di pengrajin kuningan lainnya. (winardyasto)

No Response

Comments are closed.