Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan Akan Dimulai Dari Pesantren

Kabupaten Jember, yang dikenal sebagai daerah pesantren, karena jumlah pesantrennya yang mencapai ribuan, akan menjadi pusat kebangkitan ekonomi para santri. Ini saatnya para santri bangkit, saatnya Kabupaten Jember sebagai kota santri bangkit,” ujar Bupati Jember, dr. Hj. Faida.MMR, dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Santri Nasional ke III tahun 2017, di alun-alun Jember, Jum’at (17/11/2017).

Berangkat dari itu semua, bupati menyatakan, pengabdian di bidang ekonomi, akan dibuktikan dengan pembangunan ekonomi pondok pesantren. “Atas izin Allah, kebangkitan ekonomi kerakyatan juga akan dimulai dari ekonomi para santri di pondok-pondok pesantren,” ungkap bupati.

Bupati juga menyatakan, beberapa program yang diluncurkan akan menjadi bukti bahwa santri merupakan bagian besar dari perkembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jember. Sebagai gerakan sosial dan budaya, peran pondok pesantren dalam mewarnai kehidupan seni dan budaya di Jember, juga cukup dominan.

“Kita buktikan, festival santri di Kabupaten Jember kemungkinan akan menjadi Festival Internasional kebanggaan kita apabila didukung oleh semuanya,” ungkapDalamamamam hal perjuangan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pondok pesantren juga menjadi bagian penting, termasuk kesehatan.

Dikatakan, dalam beberapa hari kedepan, dalam rangka memperingati hari santri nasional dan hari kesehatan nasional, akan dilaunching pusat kesehatan pesantren (Puskestren). Dokter dan obat di Puskestren yang letaknya berada di dalam pesantren untuk menjamin kesejahteraan dan kesehatan para santri, akan dibiayai APBD Kabupaten Jember.

Lain dari itu, Bupati Faida menyampaikan, bahwa santri menjadi pemuda teladan yang menjadi contoh bagi generasi ke depan. “Hari ini adalah momentum, bahwa kita semua sepakat membangun Jember tidak lepas daripada membangun sumberdaya santri yang menjadi bagian penting perubahan di Kabupaten Jember.

Bupati juga menyampaikan rasa syukurnya karena disatukan dalam suatu keluarga Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yang tidak mudah dicerai berai, sebab disatukan dengan keimanan.

Kepada para santri, bupati minta untuk menunjukkan, bahwa santri Kabupaten Jember adalah penjaga persatuan bangsa karena sejatinya peran utama pesantren ada 3 hal. Pesantren sebagai lembaga tempat belajar ilmu agama dan ilmu-ilmu lainnya. Pesantren juga sebagai lembaga perjuangan dan tempat pengabdian di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Sementara itu, acara peringatan Hari Santri Nasional ke III, yang dihelat tahun ini, selain dimeriahkan Kirab Santri, juga diisi dengan kegiatan Apel dan Festival Hari Santri. Ketua Panitia Hari Santri Nasional ke III, Gus Aab, menjelaskan, sebelum dilakukan kirab terlebih dulu dilaksanakan apel dan pembukaan Festival Hari Santri.

Dalam Festival Hari Santri ini, didalamnya diisi dengan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), Orasi Kebangsaan dan Hadrah Kebangsaan. “Setelah apel, kirab santri, dan setelah sholat Jum’at dilaksanakan festival santri. Ada juga orasi kebangsaan, hadroh kebangsaan dan akan berlanjut festival di hari berikutnya,” papar Gus Aab.

Peringatan Hari Santri Nasional ke III ini, diikuti eserta yang dilibatkan tidak kurang dari 5000 santri yang berasal dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Peringatan hari santri kali ini, menurut Gus Aab, menjadi bagian daripada kebangkitan para santri, agar ikut menjadi bagian dalam proses membangun bangsa, dan mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Dimana santri bukan menjadi tamu di negaranya sendiri, tetapi juga menjadi pelaku dalam kepemimpinan. (Izza, Indra GM)

No Response

Comments are closed.