Campak Rubella

KENALKAN MAKANAN ITALIA MAMPU TEMBUS 200 PORSI SAAT PAINTING EXHIBITION

 

Pastry memang masih terasa asing bagi masyarakat Jember tapi hal itu justru memicu penjualan makanan dari Italia melonjak tajam saat berlangsungnya pembukaan painting exhibition  JFC di alun-alun Jember (20/8).Rasa penasaran ternyata mengundang ketertarikan pengunjung untuk mencicipi makanan dari Italia itu, Zup Pa Zup punya arti sup ala Italia dan disajikan diatas mangkok keramik, meski hanya berupa sup tapi rasanya lezat sekali dan kandungan gizinya cukup tinggi dan tak heran jika membuat nyaman di lidah .

Adalah Taufik Adi Nugroho pria kelahiran Semarang mencoba mengenalkan pastry ini kepada masyarakat Jember, meski sempat ragu apakah pastry-nya ini akan laris manis layaknya kacang goreng juga menghantui benak bapak empat orang anak ini, pasalnya Taufik  memberi bandrol pastry tersebut Rp.15.000.Di luar dugaan, ternyata pastry bikinannya itu dalam sekejap ludes diserbu  masyarakat dan terjual 200 porsi dan rasanya tidak kalah jika dibanding pastry di restoran seperti di Pizza HUT.

“Kalau di restoran pastry ini harga jualnya Rp.30 ribu per porsi dan saya mencoba membuat pastry yang sama dan rasanya sedikit lain, ada campuran keju dan irisan daging membuat pastry ini rasanya heboh.Memang pastry itu tidak banyak dikenal oleh masyarakat Jember tidak seperti makanan lainnya, zu pa zup ini adalah jawaban kejenuhan masyarakat terhadap keberadaan makanan yang cuma itu-itu saja. Meski asli Italia ternyata rasanya cocok untuk lidah orang Indonesia dan bahan dasarnya juga mudah di dapat,”jelas Taufik.

Awalnya Taufik hanya coba-coba membuat pastry zu pa zup ini, kegigihan dan keuletannya ternyata membuahkan hasil, diakuinya membuat pastry ini ini tidak mudah dan cenderung ribet karena itu butuh kesabaran luar biasa.Otodidak dan hanya membaca buku resep masakan tanpa mengikuti kursus, itulah jawaban diplomatis Taufik, ketika ditanya darimana ketrampilan membuat pastry ini didapatkan dan dirinya berkali-kali gagal membuat pastry agar nantinya pastry ini bisa diminati dan disukai oleh mayarakat.

“Pastry bahannya dari potensi lokal di Kabupaten Jember seperti jamur, jagung , maupun ayam, nama makanan boleh asing tapi bahannya tetap lokal dan itu tidak berarti harus mengurangi rasa.Tiap hari dibutuhkan sedeikitnya 15 Kg tepung terigu belum lagi telur, mentega, jamur, maupun ayam, jumlah itu jelas berambah ketika pastry ini bisa diterima oleh masyarakat Jember apalagi kota  kita ini kehidupannya tidak berbeda seperti Jakarta dan Surabaya.Setelah kegiatan JFC ini rampung bukan berarti saya tidak berjualan pastry lagi, rencananya pastry zu pa zup ini akan buka stand di Pujasera depan Kodim 0824 Jember,”tandas Taufik.(winardyasto)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.