Kerja Nyata

KENANG MASA LALU WISATAWAN BELANDA TERTARIK LORI WISATA

Jalur Kalibaru-Garahan sepanjang 31 Km ternyata menyimpan keindahan tersendiri yakni pemandangan pegunungan berhawa sejuk, pantas bila hal itu menjadi insipirasi tersendiri  bagi PT.Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengoperasikan kereta wisata berbentuk lori.Itikad baik itu ternyata diminati oleh mereka yang gemar berwisata dan tidak hanya wisatawan domestik tapi juga wisatawan mancanegara yakni Belanda.Dari data di PT.KAI Daop IX Jember menyebutkan lori wisata itu setiap dua hari sekali dipastikan mengangkut wisatawan, untuk bisa melintasi wilayah perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember menggunakan lori wisata maka satu rombongan maksimal 8 orang dikenakan biaya Rp.500 ribu.

Hal itu dibenarkan oleh Gatut Sutiatmoko Manajer humas dan hukum PT KAI Indonesia Daop IX Jember, agar lori itu saat dioperasikan tidak menganggu perjalanan kereta reguler maka jadwal pemberangkatannya diatur tersendiri.Menariknya, PT KAI Daop IX Jember sengaja menggandeng Hotel Margo Utomo dan Kafe Gumitir Tujuannya siapapun yang menaiki lori wisata itu tidak hanya sekedar melihat pesona alam saja, lebih dari itu mereka juga diajak untuk melihat dari dekat proses pemerahan sapi dan kegiatan memetik kopi.Agar wisatawan bisa menikmati perjalanan  dan merasa nyaman maka lori tersebut kecepatannya hanya 50 Km, selain itu setiap kali pemberangkatan lori itu didampingi oleh seorang pemandu wisata.

“Peminat lori wisata ini cukup tinggi apalagi saat musim liburan dan mereka tidak sekedar berwisata tapi juga ada nilai historisnya, wisatawan Belanda ketika menaiki lori ini teringat leluhurnya ketika menjajah Indonesia khususnya di wilayah Banyuwangi dan Jember, tak heran bila wisatawan asal negeri kincir angin tersebut lebih mendominasi pemakaian lori wisata ini.Pemandangan Kalibaru dan Garahan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, tidak hanya areal perkebunan tapi ada juga terowongan kereta api serta Jembatan Rante yang memiliki panjang 210 meter .Ada kengerian luar biasa ketika lori wisata ini melewati Jembatan Rante, ketika mata kita memandang kebawah terlihat jurang cukup dalam,”jelas Gatut.

Wisatawan Belanda biasanya usai menyinggahi Bali menyempatkan diri untuk mencoba lori tersebut sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Bromo (Probolinggo), sejak dioperasikan enam tahun lalu dan saat itu hanya menggunakan 1 lori, wisata lori  ini dari hari ke hari semakin dikenal dan PT.KAI Daop IX  Jember mengaku merasa kewalahan untuk memenuhi permintaan wisatawan mengingat terbatasnya armada lori tersebut.Kegalauan itu tenyata ditanggapi oleh PT KAI pusat yang berkedudukan di Bandung, tidak lama lagi keberadaan lori itu akan ditambah dan di desain khusus agar tampil lebih menarik dan lebih memiliki tantangan lagi.

“Lori yang sekarang dipakai untuk melayani wisatawan itu sebenarnya untuk pemeriksaan lintasan rel kereta api oleh pejabat PT KAI baik itu dari Daop IX Jember maupun dari kantor pusat Bandung.Ketika tidak ada agenda turun ke lapangan melihat kondisi rel, maka lori itu dipakai untuk mengangkut wisatawan dan alhamdulilah tidak pernah sepi dari wisatawan.Meski hanya berupa lori namun juga dilengkapi fasilitas penerangan dan pengaman  memadai,.jadi ketika wisatawan duduk di lori wisata ini terasa nyaman dan aman.Kedepan PT KAI pusat bakal mendesain lori sedikit tampil beda dan membuat adrenalin wisatawan terpacu, angkutan ini nantinya dibuat mirip kereta hantu dan kelihatan  menyeramkan ketika memasuki terowongan,”papar Gatut.(winardyasto)

No Response

Comments are closed.