Komitmen Kesetaraan Gender Di Indonesia Diakui Internasional

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yembise menjelaskan posisi Indonesia berada di sepuluh negara besar yang dibawa menuju Planet 50 – 50, program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kesetaraan gender tahun 2030.

Menteri Yohana menjelaskan alasan Indonesia masuk dalam 10 negara besar yang ikut komitmen global tersebut, saat welcome dinner di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (22/09/2017).

“Pertama, moslem country (negara muslim) di dunia, Indonesia tercatat seperti itu. Kedua, dilihat dari high tollerance (tingginya toleransi) di Indonesia, dan karena perempuan Indonesia dianggap telah maju,” terang Menteri Yohana.

Membawa perempuan menjadi setara dengan laki laki dalam pilot project PBB tersebut cukup berat. Ini karena perempuan masih hidup di bawah dominasi laki-laki.

Masih sedikit perempuan yang menduduki jabatan publik. Kondisi ini perlu diubah. Karenanya Menteri mengajak para perempuan untuk terus berjuang dan mendobrak dinding-dinding yang menghambat perempuan menduduki jabatan-jabatan publik.

Di lain sisi, penderitaan perempuan masih mencatatkan angka yang masih tinggi. Permasalahan keluarga dan pernikahan pun menjadi perhatian bersama negara negara Islam.

“Semua persoalan terjadi karena keluarga. Kalau keluarga kuat, pasti negara ini kuat,” tutur Menteri Yohana.

Angka perceraian pun cukup tinggi. Karena itu perlu menyiapkan perempuan agar tidak tergantung secara total kepada suami.

Perhatian terhadap perempuan menjadi bagian indikasi kemajuan suatu bangsa. Indikasi lainnya yakni perhatian terhadap anak, lansia, dan difabel.

Dalam akhir sambutan, Menteri Yohana menjelaskan beberapa upaya melindungi perempuan dan anak. Diantaranya menyiapkan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual terhadap anak serta revisi usia perkawinan.

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise ke Kabupaten Jember untuk mengunjungi SMPN 3 Jember sekaligus mendorong keberadaan sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi sekolah yang ramah anak.

Menteri Yohana rencananya menyaksikan Festival Egrang yang digelar Komunitas Tanoker Ledokombo. Sekaligus mendukung dan menyaksikan komitmen Kabupaten Jember sebagai kabupaten ramah anak.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., dalam sambutan singkatnya menyebutkan acara makan malam sebagai bentuk penghormatan kepada menteri sekaligus penghargaan kepada para aktivis perempuan dan anak agar bisa bertemu langsung dengan menteri. (*f2).

No Response

Comments are closed.