Jember Kota Pandhalungan

Komnas HAM Dorong Jember Jadi Kota Ramah HAM

Pagi tadi, Jumat (23/9/2016) Wakil Bupati (Wabup) Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, di didampingi Muhammad Nurkhoirun beserta tim perwakilan dari Komnas HAM, menggelar jumpa pers di ruang rapat Pemkab Jember.

Pada acara tersebut, Muhammad Nurkhoirun selaku perwakilan dari Komnas HAM menyampaikan tentang kunjungan komnas HAM ke Pemkab Jember. “Kedatangan kami untuk mendorong upaya kerjasama Pemkab Jember dengan Komnas HAM dalam memajukan program kota HAM atau kota Ramah HAM,” ujarnya.

Hal itu menurutnya sesuai mandat Komnas HAM untuk penegakan Hak Asasi Manusia. “Kerjasama ini adalah dalam rangka untuk melaksanakan mandat undang-undang sekaligus mandat konstitusi kita di dalam memajukan dan menegakkan hak asasi manusia di Indonesia.” Tuturnya.

Program kota ramah HAM ini bukan hanya inisiatif Komnas HAM di Indonesia, tetapi saat ini sudah menjadi program yang mulai di angkat ke tingkat internasional, dengan arti kedepan kota ramah HAM akan menjadi suatu lembaga khusus dan kedepan akan ada panduan untuk penguatan kota ramah HAM.

Jember dipilih sebagai kota ramah HAM karena beberapa kriteria dimiliki oleh Jember, diantaranya prioritas dan visi misi dari Pemkab Jember.

Sementara itu, Wabub Jember berpendapat tentang kerjasama ini yaitu wabup telah bertemu dengan, keterlibatan masyarakat terhadap perencanaan pembangunan yang di mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten dan telah di wanti-wanti oleh pimpinan di Jember jangan sampai seperti itu atau banyak pelanggaran HAM.

Jangan hanya simbolis saja, tapi memang apa keinginan masyarakat harus di akomoder dan itu sebetulnya keinginan dari masyarakat. “Dan jangan sampai kita membangun kemudian tidak sesuai dengan apa yang akan menjadi harapan dari yang ketepatan termasuk juga hak untuk mendapatkan pendidikan yang lain, hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana kita tahu bahwa di Jember saat ini telah melaksanakan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu.

Yang dimana bila di kaitkan dengan hak-hak masyarakat itu bukan hanya orang kaya yang dapat hak pelayanan kesehatan, dan dalam kerjasama ini beberapa kriteria yang sangat mungkin dapat ditindaklanjutkan dalam rangka untuk melanjutkan Jember untuk menjadi kota yang ramah HAM.

Tujuan komnas HAM bahwa kedepan akan saling koordinasi melalui kerjasama kota ramah HAM setelah kerjasama dibangun ada agenda yang harus diselesaikan bersama sama. Dengan adanya komitmen ini, harus ada kesediaan untuk memfasilitasi dan terlibat seluruh penyelesian kasus-kasus yang diadukan dikomnas HAM.

Salah satu kriteria kenapa Jember dipilih bekerja sama dengan komnas HAM, karena terpenting pertama adalah inisiatif kepala daerah, komnas HAM berharap inisiatif itu betul-betul bisa terimplementasi dari program program sampai 5 tahun bahkan bisa lebih. Yang kedua, Jember ini dipilih karena juga banyak sekali potensi dari masyarakat sipil yang nanti bersedia dilibatkan dan terlibat didalam proses program-program didalam pemerintahan.

Di Kabupaten Jember ada inisiatif dari pemerintah dan dibarengi dengan leadership yang kuat, Komnas HAM mendapatkan informasi awal tentang leadership dari pemimpin di Jember. Selain inisiatif dan leadership yaitu kekuatan dari masyarakat sipil atau modal sosial Jember. Dimasyarakat sipilnya itu sudah cukup bagus, ini perlu disinergikan dengan kerja-kerja pemerintahan kabupaten sehingga peran dari masyarakat sipil betul-betul dimaksimalkan. Khususnya dalam konteks pengawasan dan penguatan dalam arti partisipasi warga dalam konteks pembangunan.

Selain itu juga harus ada sistim yang menopang dan membackup sehingga inisiatif dan leadeship dari pemerintahan Kabupaten Jember itu bisa berjalan, setiap kali melakukan kerjasama dengan MOU biasanya diawali dengan pelatihan-pelatihan kepada aparatur birokrasi ditingkat kabupaten untuk memastikan seberapa jauh kapasitas dari aparatur Negara. Disini dapat membackup dan mengimplementasikan inisiatif-inisiatif dari pemimpinnya, Bupati dan Wabup dalam mengimplementasikan program pembangunan berbasis Hak Asasi Manusia. (Mutia, Izza)

No Response

Leave a reply "Komnas HAM Dorong Jember Jadi Kota Ramah HAM"