Jember Kota Pandhalungan

Kopi Kahyangan PDP

No comment 431 views

Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember memperkenalkan produk kopi bubuk Kahyangan’ sejak 2011. Kopi bubuk ini memiliki tagline ‘Kopi Para Dewa’, dan terbuat dari bahan kopi jenis robusta. Ini imej baru untuk mendongkrak pemasaran kopi bubuk dengan cara diperdagangkan secara ritel. Kopi bubuk ini merupakan diversifikasi produk, menyusul fluktuatifnya harga kopi mentah di dunia setiap tahun. Apalagi, PD Perkebunan Kahyangan sempat mengalami penurunan produksi kopi cukup drastis pada 2010. Bagaimana prospek kopi Kahyangan, Halo Jember mewawancarai Direktur Utama PD Perkebunan Sujatmiko. Berikut petikannya.

Bagaimana usaha pengembangan komoditas dan diversifikasi komoditas kopi di PDP? Perawatan tanaman dimulai dari peremajaan. Titik tekan kami pada peremajaan. Kami mulai memberi perawatan yang lebih baik, artinya bagaimana mencukupi nutrisi bagi tanaman itu, bagaimana proses langkahlangkah perawatannya, termasuk tanaman kopi di dalammya. Kami memberikan porsi yang lebih baik, mudah-mudahanan bisa memberi pengaruh pada peningkatan produktivitas. Dari hasil evaluasi saya, jumlah tanaman di kebun per hektarnya masih belum standar. Kisarannya di bawah 900 pohon per hektar, di mana seharusnya di atas seribu. Kalau ngomong pengembangan bisnis, kami mengembangkan tanaman kayu seperti sengon. Ini sebagai langkahlangkah untuk mengatasi penurunan pendapatan.

Prospek bisnis kopi bagaimana? Tanaman perkebunan seperti kopi dan karet tergantung pasar dunia. Hingga April 2014, trennya harga turun. Harga kopi mainnya maksimal Rp 22 ribu perkilogram. Padahal kami mematok harga Rp 23-24 ribu per kilogram. Ini problem yang berimbas pada penurunan pendapatan perusahaan. Langkah yang dilakukan adalah bagaimana nanti omset kopi olahan bisa kami tingkatkan.

Jenis komoditas kopi apa yang dikembangkan PDPerkebunan Kahyangan? Robusta. Di PDP ini tidak ada lahan yang tingginya di atas seribu meter. Di bawah seribu meter semua. Kalau arabika harus ditanam di ketinggian di atas seribu meter dari permukaan laut.

Kuantitas produksi apakah memenuhi target? Produksi selain dipengaruhi perawatan,yang tidak kalah pentingnya pengaruh musim. Sulit mengatur musim. karena semuanya dipengaruhi oleh musim. Produksi PDP pernah anjlok hingga di atas 50 persen karena anomali iklim 2011-2012. Sekarang kami menargetkan seribu ton. Kami tidak tahu nanti bagaimana trennya. Tapi kalau dilihat 2013, kisaran produksinya 800-900 ton. Kami menjaga perawatannya, mencukupi nutrisi. Mudah-mudahan pengaruh iklim tidak terlalu besar.

Bagaimana dengan ikhtiar diversifikasi produk kopi?

Kami melakukan processing kopi olahan, yakni kopi sangrai dan bubuk. Sehari kami goreng 2 kali, sebulan 10 ton. Targetnya 8 ton kopi kering.

Daya jangkau pemasarannya sampai mana? Kami mengembangkan jangkauan pemasarannya, tak hanya Jember (perkotaan), tapi seluruh kecematan maupun di luar kabupaten. Hal ini lebih menguntungkan daripada kami menjual kopi mentah. Nilai tambahnya dari harga pokok bisa mencapai 50 persen. Sekarang ini titik tekannya masih seluruh kecamatan Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi. Surabaya juga ada. Jadi ketika mereka tahu rasa kopi kami (Kahyangan), mereka pesan. Packagingnya harus dikuatkan lagi, tampilannya harus dipercantik.

apa keunggulan kopi bubuk produksi Kahyangan? Begini, kalau ingin mendapatkan kualitas rasa kopi terbaik, ada dua hal. Pertama, itu dimulai dari kebun. Keseragaman kematangan kopi sangat mempengaruhi rasa. Jadi kami memetik kopi dengan kematangan sesuai standar. Kedua, Pemrosesannya. Proses sampai menjadi kopi olahan. Kesalahan dalam processing nantinya akan mempengaruhi rasa. Kami tidak mencampur. Jadi ini kopi murni. Justru kopi sangrai dari PDP ini omsetnya cukup bagus dan pembelinya adalah warung-warung kopi, karena mereka mesti mencampur bahan kopi dan kopi PDP sebagai bahan dasarnya. Persebaran di warung warung kopi cukup bagus, Cuma kami tidak langsung ke warung kopi. Jadi ada agen atau toko-toko yang menjual itu. Omsetnya 8-10 ton perbulan, atau kira-kira Rp 4 miliar per tahun. []

No Response

Leave a reply "Kopi Kahyangan PDP"