Kerja Nyata

LAKUKAN PENYEMPROTAN ATASI BAU BUSUK SAMPAH PASAR TRADISONAL

 

Keinginan Pemkab Jember untuk tetap mempertahankan keberadaan pasar tradisional ternyata tidak setengah hati, lewat tayangan sentilan obrolan dan opini (sentolop) JTV-Jember semua permasalahan pasar dikupas habis Kamis (18/7) dini hari menjelang saat santap sahur.Agar obrolan tersebut tampak lebih hidup, bagian Humas Pemkab Jember sebagai penggagas kegiatan itu sengaja memilih Pasar Tanjung sebagai lokasi shooting.Uniknya tidak hanya Dinas Pasar Pemkab Jember yang dihadirkan, lebih dari itu pedagang kecil juga diajak untuk ngobrol sekaligus diberikan kesempatan bertanya sehingga obrolan tersebut tampak menarik dan terlihat gayeng.

Dipandu oleh Kabag Humas Pemkab Jember Sandi Suwardi Hasan S.Ag, Den Bei dan Cak Londo dari JTV Jember suasana warung kaki lima Pasar Tanjung pagi itu sedikit lain dari hari biasanya, bahkan beberapa warga Jember yang kebetulan melintas sempat meminggirkan kendaraannya di Jl.Trunojoyo, mereka  dibuat penasaran adanya pengambilan gambar JTV_Jember tersebut.Tidak sedikit diantaranya ikut menyaksikan obrolan pasar tradional hingga tuntas, apalagi suasana semakin hangat ketika pedagang kecil melontarkan pertanyaan kepada Drs.Hasi Madani Kepala Dinas Pasar Pemkab Jember.

“Silahkan bapak dan ibu untuk mengikuti obrolan ini sembari nanti kita sahur bersama, namanya juga obrolan jadi disini nyantai saja tidak usah tegang sambil makan kacang ataupun jajan, ngopi dan rokokan.Uneg-uneg panjenengan semua silahkan nanti ditanyakan ke Pak Hasi Kepala Dinas Pasar Pemkab Jember, setidaknya lewat obrolan ini ada solusi untuk megatasi permasalahan pasar tradisional.Kalau pasar ini bersih dan tidak tidak kumuh maka pedagang maupun pembeli merasa nyaman untuk berbelanja, karena itu alangkah baiknya jika pedagang di Pasar Tanjung ini juga menyediakan tempat sampah sendiri,”jelas Sandi

Berbagai pertanyaan pun terlontar dari pedagang mulai dari persoalan kondisi bangunan, sampah, kebersihan serta keamanan khususnya di Pasar Tanjung, semua itu ditanggapi oleh Hasi Madani secara arif.Dikatakan oleh Hasi, Pasar Tanjung dan pasar tradisional lainnya milik Pemkab Jember, kondisi bangunan tidak luput dari perhatian.Pria kelahiran Madura itu memaparkan, Pasar Tanjung tiap tahunnya mendapat sentuhan perawatan, bahkan pasar kebanggaan masyarakat Jember itu terlihat lebih rapi  dan cantik karena telah dicat ulang dan hal ini ini sengaja dilakukan karena pasar tersebut memiliki slogan tersendiri yakni Indah Rapi dan Aman (IRA).

“Pasar Tanjung saat ini beda bila dibanding beberapa tahun sebelumnya yakni baud an jorok, Dinas Pasar Pemkab Jember berusaha untuk menindaklanjuti keluhan dari masyarakat.Tadi juga saya jelaskan kita terus melakukan peningkatan pelayanan agar kedepan pasar tradisional seperti Pasar Tanjung ini kedepannya bisa eksis dan lebih diminati.Kebersihan pasar tradisional menjadi prioritas karena sampah yang dihasilkan cukup banyak apalagi saat bulan ramadhan ini.Tidak hanya mengaktifkan armada truk sampah saja, tapi lebih dari itu juga melakukan penyemprotan memakai disinfektan sedikitnya seminggu sekali untuk meminimalisir bau busuk,”tukas Hasi.

Dari catatan Dinas Pasar Pemkab Jember saat ini memiliki  4 armada truk sampah untuk mengatasi sampah yang dihasilkan oleh pasar tradisional,Hasi juga menampik tudingan jika dinas tersebut lamban menangani sampah, selama ini pihaknya telah berupaya maksimal menuntaskan tingginya volume sampah  pasar tradisional tidak hanya di Pasar Tanjung saja tapi juga pasar tradisional lainnya di Kabupaten Jember. (winardyasto)

No Response

Comments are closed.