Download Logo HUT RI 72

LAYANI KEBUTUHAN BIBIT IKAN HINGGA LUAR DAERAH

HUT RI 72

Kabupaten Jember, yang kaya akan potensi alamnya, tidak hanya dikenal sebagai penghasil komoditi perkebunan saja, di sektor perikanan, baik laut maupun darat, Jember juga menjadi daerah penghasil ikan yang mampu memenuhi permintaan pasar, tidak hanya local tapi juga lain daerah.

            Sentra budidaya ikan air tawar di Kabupaten Jember, berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan (Disperikel), Pemkab Jember, berada di Umbulsari, Gumukmas dan Puger. Untuk mendukung usaha budidaya ikan air tawar ini, Pemkab Jember melalui Disperikel, telah melalukan pembibitan ikan untuk konsumsi di UPT Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, dan UPT Plalangan, Kecamatan Kalisat.

            Beberapa jenis ikan yang dikembangkan oleh UPT Disperikel, yakni ikan gurami, nila, lele, tombro, tawes, ikan mas, patin, serta ikan hias, seperti koi, bawal dan beberapa jenis lainnya. Dari jenis bibit ikan yang ditangkarkan UPT Disperikel, bibit ikan gurami dan lele yang paling banyak diminati peternak ikan. Sedang dari seluruh jenis bibit ikan tersebut, yang paling mahal harganya adalah ikan Patin.

            Tidak sampai di situ. Untuk pengembangan budidaya ikan air tawar, penyediaan bibit ikan ini jugs dilakukan masyarakat. Hanya saja bibit ikan yang ditangkarkan masyarakat ini, biasanya dari jenis yang memang banyak dikonsumsi, seperti lele dan gurami

            Sebut saja misalnya, Antok Rakasiwi. Penangkar benih ikan Gurami di Dusun Rambutan, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari ini, sudah menggeluti usaha penangkaran benih ikan sejak tahun 1989. Ada beberapa jenis istilah yang digunakan dalam jual beli bibit gurami, seperti senti , karcis, bensol, korekan, surya 12, dan surya 16. Untuk ukuran yang paling kecil disebut lamtoroan, gabahan, atau tetesan.

            Untuk yang berukuran Gabah harganya, Rp 120 –  Rp 130 per ekor, ukuran Lamtoro, Rp 150 per ekor.  Ukuran bungkus rokok Gudang Garam Surya, Rp 2000, ukurang bungkus rokok Surya 16, seharga Rp 2200. “Kalau untuk ukuran Karcis Kereta Api, Rp 1500, ukuran Korekan, RP 1700 sampai Rp 2000. Sedang untuk pesanan paling sedikit 1000 ekor,” ungkap Antok Rakasiwi, Penangkar Bibit Ikan.

            Penjualan bibit ikan ini menurut Antok, selain untuk memenuhi permintaan petani ikan di kawasan Kabupaten Jember, juga untuk melayani dari Banyuwangi hingga Pasuruan. Penjualan bibit ikan ini, kata dia, sebelumnya sempat menjangkau Bali.

“Tetapi sekarang cukup memenuhi pasar terdekat saja. Pengambilan paling sedikit 1000 ekor. Yang paling laku pada kisaran harga mulai dari 500 hingga 1500 rupiah. Dalam satu bulan, saya berhasil menjual 5 hingga 10 ribu bibit gurami dalam berbagai ukuran,” ungkapnya.

Dengan 2 kolam tanah untuk indukan, dan kolam bak semen untuk anakan, menurut Antok, dibutuhkan waktu 3 hari, untuk penetasan telur hingga menjadi anakan gurami. Dari usaha ini, Antok mengaku bisa menguliahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi.

Selain menjual bibit gurami, Antok juga menjual bibit lele. Dan tidak hanya itu, Antok juga menjual gurami dalam bentuk konsumsi dengan menyuplai ke beberapa rumah makan dan hotel di Kabupaten Jember. Secara keseluruhan di Dusun Rambutan, menurut Antok, terdapat kurang lebih 50 orang pembibit gurami. “Sesama petani tidak jarang membeli telur pada petani lain. Ini karena siklus bertelurnya gurami tidak bisa diprediksi seperti ikan yang lain,”paparnya.

Siapkan 200 Ribu Bibit Setiap Bulan

Untuk pembenihan bibit ikan yang dikelola Disperikel, selain di Desa Sukorambi, juga dilakukan di UPT Plalangan, Kecamatan Kalisat.  Pembenihan bibit ikan di UPT Plalangan, khususnya jenis lele, dipandang sangat perlu, karena kebutuhan terhadap ikan lele tidak hanya sebatas untuk keperluan konsumsi, tapi juga untuk memenuhi permintaan pengusaha krupuk ikan.

Kepala UPT Balai Pembenihan Ikan Air Tawar, Plalangan, Kalisat, Ir. Salim, menjelaskan, untuk pemenuhan akan bibit ikan lele, baik untuk keperluan konsumsi masyarakat maupun pengusaha krupuk ikan, harus dilakukan melalui proses yang benar. Karena jika tidak, maka bibit lele yang dibudidayakan tidak akan berkembang seperti yang diharapkan.

Ada beberapa factor yang menurut Salim, bisa mempengaruhi proses pemeliharaan ikan lele. Untuk pemeliharan 1000 ekor lele, ukuran kolam idealnya harus 25 x 25 M. Dengan ukuran kolam tersebut, debit air yang dibutuhkan sekitar 1000 liter dengan sirkulasi 5 liter/detik.

Sirkulasi air ini sangat penting,  karena kalau airnya kurang memadai dan kolamnya kurang representatif, maka kualitas ikan diperkirakan akan mengalami penurunan kualitas, baik dari ukuran maupun dari segi protein yang dikandungnya.

Untuk Balai Benih Ikan Air Tawar, Plalangan, selain menyediakan bibit ikan dengan klasifikasi unggul, juga melakuakn proses penetasan benih. Hasil penetasan inilah yang kemudian dijual ke petani atau masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan benih ikan, Balai Benih Ikan Air Tawar, Plalangan, dalam setiap bulannya menyediakan hampir 200 ribu bibit ikan. Harga benih ikan hasil produksi balai benih ini, sangatlah cukup terjangkau, sekitar Rp. 15 – Rp 200 per ekor, tergantung besar kecilnya. “Benih kami benih unggul, kami juga siap memberikan garansi penggantian benih jika mati sebelum sampai di rumah,” tegasnya. (tim)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.