Jember Kota Pandhalungan

Lele Kaka Sudah Bisa Dibudidayakan

168 views

lele produksiKabar menarik untuk kalangan petani ikan lele. Lele varietas unggul hasil temuan SMKN 1 Sukorambi Jember, kini sudah bisa diperoleh dan dikembangka siapapun yang berminat untuk melakukan budidaya. Kepastian akan dibukanya kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan benih lele Kaka ini setelah Bupati Jember, MZA Djalal, dalam acara Dialog Solutif Bupati Jember dengan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa di halaman SMPN 1 Jember, menyematkan nama Kaka atas hasil pengembangan inovasi genetika itu. Sehingga dengan telah diberikannya nama atas lele varietas baru tersebut, pihak SMKN 1 Sukorambi bersedia melepas atau menjualnya kepada masyarakat.

     Ketua Program Studi Keahlian Agribisnis Perikanan SMKN 1 Sukorambi, M Saleh, S.Pi, menjelaskan, penyematan nama atas ikan lele yang berhasil dikembangkan tersebut diambil dari nama penemunya JaKA HandiKA (KAKA). “Sekarang masyarakat yang inginmengembangkan atau budidaya ikan lele jenis ini, bisa langsung datang ke SMKN 1 Sukorambi, untuk membeli benihnya,”ujarnya di sela-sela acar Dialog Solutif, (1/2).

Sholeh mempredikasi, bibit baru lele hasil inovasi SMKN 1 Sukorambi, akan mampu memenuhi pasokan pasar ikan segar. Mengingat 1 pasang indukan ikan lele mampu menghasilkan sekitar 50 ribu anakan atau benih.

Sukses dalam pengembangan lele varietas unggul yang merupakan hasil persilangan dua indukan lele Afrika dengan lele Python ini diakui Kepala SMKN 1 Sukorambi Jember, Drs Rinoto MM,merupakan karya besar yang sangat membanggakan. Mengingat, standar teknistingkat pertumbuhannya terbukti lebih cepat dibanding lele yang banyak dibudidayakan masyarakat selama ini.

 “Ini tidak lepas dari keuletan dari para guru dan siswa untuk selalu berinovasi dan berimprovisasi di sector perikanan yang hasilnya dapat dipersembahkan untuk peningkatan budidaya perikanan sekaligus untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Karena itu, untuk menghindari kemungkinan terjadinya klaim oleh pihak lain atas hasil temuannya, SMKN 1 Sukorambi akan segera mengurus hak patennya. “Agar temuan itu tidak disalahgunakan oleh elemen lain,” tandasnya.

Dikatakan, pengembangan inovasi baru ini cukup menakjubkan, karena hasil yang diperoleh berbeda dengan jenis ikan lele pada umumnya. Selain memiliki keunggulan mampu menghasilkan sekitar 50 ribu anakan dalam 1 pasang indukan, warna kulit ikan lele ini juga khas, cenderung berbintik, dan ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Sehingga tak heran kalau Direktorat PSMK Departemen Pendidikan Nasional kemudian memberikan apresiasi dan selamat kepada SMKN 1 Sukorambi pada acara pameran inovasi teknologi SMK se Indonesia di Mataram Nusa Tenggara Barat. Bahkan berharap pada sekolah lain, untuk melakukan langkah yang sama sebagaimana sudah dilakukan SMKN 1 Sukorambi.

Mengenai nama Kaka yang sudah disematkan pada lele varietas baru hasil temuan siswanya, Rinoto menyatakan, pihak sekolah sangat senang. Karena itu sebagai bentuk penghargaan atas aplikasi hebat dari para guru dan siswa yang telah bekerja secara serius.

Dia juga berharap, kegiatan pengkajian dan penelitian untuk temuan-temuan seperti itu bisa lebih diintensifkan, tidak hanya pada jenis ikan lele, tapi pada ikan jenis yang lain.

No Response

Comments are closed.