Jember Kota Pandhalungan

Libatkan Perguruan Tinggi Berdayakan IKM

IMG00349-20140514-0924

Jember Kita. Selama tahun 2014 ini berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Pemkab Jember untuk lebih memberdayakan keberadaan industri kecil menengah (IKM). Dari data yang ada pada dinas tersebut, dalam tahun ini setidaknya ada 100 orang pengrajin batik, 150 orang pengusaha makanan dan minuman serta 150 orang penjahit, yang telah mengikuti pelatihan.

Tidak hanya itu saja, dinas ini juga telah memberangkatkan  90 orang pelaku IKM, terdiri dari pengrajin gerabah, pengrajin mebel, pengrajin anyaman bambu serta pengrajin batik mengikuti pelatihan untuk menambah wawasan di Yogyakarta. Total keseluruhan jumlah IKM yang ada di Jember, sesuai catatan dari dinas tersebut tidak kurang dari 2000 IKM.

20140430_113641Salah satu upaya yang dilakukan dinas ini, dalam rangka menumbuhkembangkan minat masyarakat dalam menekuni industry kecil menengah (IKM), adalah menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi. Mereka yang menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan rokok ternama di Jember beberapa waktu lalu, mendapat pelatihan kripik singkong dari lembaga pendidikan tinggi tersebut. Dari pelatihan tersebut diharapkan, ke depan mereka bisa menjadi pelaku IKM.

“Ada sekitar 2000 orang pelaku IKM di Kabupaten Jember, dan tiap tahun jumlah mereka terus bertambah, itu dikarenakan masyarakat mulai tertarik untuk menjadi pelaku IKM dan tidak membutuhkan modal besar,” terang Dra. Ec. Nanis Prihatin, Kabid Industri Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Pemkab Jember.

Menurutnya, ada dua jenis IKM yang perlu diketahui masyarakat, yakni IKM formal dan IKM informal. Mereka dikatakan pelaku IKM formal jika mengantongi ijin, sedang yang masuk katagori IKM non formal, ketika ijin itu belum diurusi “Semua IKM terpantau oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Pemkab Jember,” tandasnya.

Untuk IKM non formal di Jember, lanjut Nanis, dari tahun ke tahun jumlahnya semakin berkurang. Terjadinya penerunan jumlah IKM non formal ini mengindikasikan, tingkat kesadaran pelaku IKM di kota suwar-suwir sudah semakin membaik, dan berusaha untuk mengurus ijin.

Membaiknya kesadaran pelaku UKM berkaitan dengan perijinan ini, tidak terlepas dari sosialisasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM untuk memberikan informasi mengenai prosedur pengurusan ijin IKM. Lebih membanggakan lagi, ketika muncul wirausaha baru pasca dilakukan pelatihan, mereka tidak sekedar untuk memutuskan menggeluti dunia IKM, namun lebih dari itu secara spontanitas juga berkeinginan untuk mendapatkan ijin.

“Antusias tinggi ditunjukan oleh pelaku IKM termasuk wirausaha baru untuk melengkapi ijin, mereka tidak sekedar ingin menjadi wirausaha baru tapi juga  mematuhi aturan untuk mengajukan ijin IKM. Pemasaran produk IKM Kabupaten Jember tersebar diberbagai kota besar di Indonesia, salah satu produk IKM itu adalah batik serta handycraft dan mampu bersaing di pasaran.Itu tidak lain karena motif dan kwalitas batik Jember dari tahun ke tahun semakin meningkat, batik Jember kerapkali ditampilkan di pameran dan mengundang ketertarikan pengunjung untuk membeli, “tukas Nanis. (winardyasto)   

No Response

Comments are closed.