Jember Kota Pandhalungan

LIMA PAHLAWAN KABUPATEN JEMBER

1275 views

Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata pahlawan??seorang pejuang?atau seseorang yang berkaitan dengan kemerdekaan ?ya…kata pahlawan  memang identik dengan perjuangan, perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan, perjuangan untuk terlepas dari belenggu penjajah.Jadi tak heran jika para pahlawan disebut sebagai pembela bangsa,  Karena  jasa para pahlawan itulah, saat ini kita dapat menikmati kemerdekaan. Seperti didaerah lain, Jember juga memiliki pahlawan-pahlawan yang telah mengukir sejarah kemerdekaan , inilah 5 pahlawan di Kabupaten Jember.

1.      Letkol Mochamad Sreodji

 

Mochammad Sroedji, adalah pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Tentara Nasional Indonesia. Sroedji yang lahir di Bangkalan 1 Februari 1914, merupakan anak dari pasangan H Hasan dengan Hj Amna.Sesudah menjalani masa pendidikan formal di HIS (Hollands Indische School) dan di Ambactsleergang sampai tahun 1943, Sroedji diangkat menjadi Pegawai Jawatan Kesehatan (Mantri Malaria) di Kabupaten Jember Sroedji ikut memelopori terbentuknya BKR (Badan Kemamanan Rakyat) dan TKR (Tentara Kemanana Rakyat) di Karesidenan Besuki. September 1945 – Desember 1946 berturut-turut dilantik sebagai Komandan Batalyon 1 Resiman IV Divisi VII TKR (tentara Kemanan Rakyat) yang berdomisili di Kencong, Jember. Sroedji gugur setelah sebelumnya bentrok senjata dengan pasukan Belanda, di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember, pada tanggal 8 Februari 1949 saat agresi Militer Belanda ke II. Jenasah Letkol Moch Sroedji dimakamkan di Pemakaman Umum Kreyongan, Patrang.

2.      Letkol dr Soebandi

Letkol dr Sebandi, adalah sosok pejuang sekaligus tentara yang pada masa revolusi kemerdekaan menjabat sebagai Kepala Kesehatan merangkap Residen Militer Karesidenan Besuki. Nama dr Soebandi cukup dikenal oleh masyarakat, karena menjadi nama rumah sakit terbesar di kawasan timur Jawa Timur, yakni RSU dr Soebandi, Patrang, Jember.  dr Soebandi yang dilahirkan di Klakah, Lumajang, pada 17 Agustus 1917, mengawali karier kedoterannya dengan masuk Ika Daigoku (sekolah kedokteran di Jakarta). Pada rentang 1945-1947 , Soebandi banyak bertugas di front pertahanan Surabaya selatan, Sidoarjo, Tulangan Porong, dan Bangil. Bahkan, pernah ditugaskan di front pertahanan Bekasi Jawa Barat sebagai dokter perang. Pada tahun 1947, setelah tentara Belanda menduduki Jember, dia pernah ditangkap dan dijadikan tahanan kota. Karena terpergok menolong seorang prajurit yang terluka di DKT. dr Soebandi gugur di Karang Kedawung, Mumbulsari dalam pertempuran melawan Belanda sekitar pukul 08.00, tanggal 8 Pebruari 1949 setelah mengikuti perjalanan Macht Vertoon bersama pasukan Brigade III Damarwulan. Jenazah Soebandi dimakamkan oleh penduduk di tepi sawah tidak jauh dari tempat terjadinya pertempuran, pada 23 Maret 1950.

3.      Mayor Syafioedin (Gambarnya cukup dibuatkan kotak dengan ditulisi namanya)

Mayor Syafioedin adalah mantan Komandan Batalyon 25 Brigade III Damarwulan. Pada saat perang kemerdekaan, bersama-sama pasukan Brigade Damarwulan di bawah pimpinan Letkol M Sroedji, turut hijrah ke Blitar. Saat pertempuran di Karang Kedawung, Mumbulsari, yang mengakibatkan gugurnya Letkol M Srodeji dan Letkol dr Soebandi, Mayor Syafioedin meneruskan perintah dari Letkol M Sroedji untuk melakukan machtvertoon, dari Karangbayat (Sumberbaru) sampai ke Tenap (Sucopangepok/Jelbuk). Mayor Syafioedin yang berpangkat terakhir Brigade Jenderal (Brigjen) dan namanya diabadikan menjadi nama jalan di daerah Sukorambi juga memerintahkan kepada seluruh kompi Batalyon 25 Briagade Damarwulan agar melakukan konsolidasi di daerah, dengan melaksanakan terug valbasic, untuk pembersihan jaringan mata-mata Belanda, serta menyusun schaduw bestuur (pemerintahan bayangan) dan melakukan gerilya sesuai situasi dan kondisi daerah masing-masing.   Setelah ada perintah gencatan senjata, sebagai kelanjutan dari Konperensi Meja Bundar (KMB), pada bulan Desember 1949, Syafioedin melakukan pembagian lokasi pasukan. Dislokasi pasukan tersebut meliputi, Komandan Batalyon di Pondokdalem dipindah ke Patemon, Kecamatan Tanggul. Sedang Sub Wher Kreis (SWK) tetap di Tanggul.  

4.      R.T.A. Soedarman

Meski tidak terlibat dalam perjuangan pisik, namun jasa dan kepedulian tokoh yang satu ini dalam mendukung kemerdekaan Repbublik Indonesia, tidak bisa dianggap kecil. Sebagai seorang pimpinan daerah (Bupati Jember 1943-1947), RTA Sudarman dikenal sangat mendukung perjuangan para pejuang dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.  Keberpihakannya kepada perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia itulah yang menyebabkan Sudarman harus mendekam di penjara Sidoarjo, hingga akhir hayatnya. Sudarman yang dicopot dari jabatannya sebagai Bupati Jember, karena pro kemerdekaan, kedudukannya kemudian diganti Rukmoroto, yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda.  Atas jasa dan perjuangannya, nama RTA Sudarman kini diabadikan sebagai nama jalan yang terletak di depan kantor Pemkab Jember.

5.      Raden Ngabehi Notohadinegoro

Mungkin Raden Ngabehi Notohadinegoro merupakan Bupati Jember yang namanya paling banyak dikenal oleh masyarakat. Karena nama Bupati Jember pertama yang menjabat sejak 1929-1942 itu, namanya digunakan untuk beberapa fasilitas umum yang ada di Jember.Sebut saja misalnya stadion sepakbola yang berada di Kreongan, Kelurahan Patrang atau Lapangan Terbang yang ada Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. Kedua fasilitas umum tersebut menggunakan nama Notohadinegoro sebagai namanya. Notohadinegoro dikenal sebagai bupati pertama Jember setelah dinyatakan resmi berdiri sendiri sebagai kabupaten (regentschaap) berdasarkan statblaad nomor 322 tahun 1928. Ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintahan Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, pada tanggal 21 Agustus 1928. Ketentuan yang dijabarkan dalam staatsblad ini dinyatakan berlaku sejak tanggal 1 Januari 1929. Hal inilah yang memberikan keyakinan, bahwa secara hukum Kabupaten Jember dilahirkan pada tanggal 1 Januari 1929 dengan sebutan Regentchaap Djember. (Hms/Indra-GM)

No Response

Comments are closed.