Lindungi Pasar Rakyat Agar Bisa Berkembang dan Bersaing dengan Pasar Modern

Masyarakat Jember boleh berbangga, karena saat ini daerahnya sudah memiliki perda yang mengatur tentang perlindungan pasar rakyat, penataan pusat perbelanjaan serta toko swalayan. Dengan perda ini, diharapkan semua aktivitas yang ada di dalam pasar, mulai dari pedagangnya, area parkir akan tertata bersih.

Perda nomor 9 tahun 2016 ini, juga memberi batasan dan proteksi terhadap pasar tradisional. “Dengan perda itu juga, keberadaan pasar akan terjamin dan terlindungi serta bisa melaksanakan aktivitas dengan sebaik-baiknya.

“Tentunya nyaman dan aman bagi pengelola pasar. Juga nyaman, enak dan aman bagi pembeli atau masyarakat yang menggunakan pasar tersebut,” ucap Hadi Mulyono, Asisten Pemerintahan, Pemkab Jember, dalam acara Sosialisasi Produk Hukum Daerah lanjutan di Graha Widya Mandala, Dinas Pendidikan, Jember, Kamis (16/11/2017).

Perda nomor 9 tahun 2016, yang merupakan insiatif DPRD Jember yang tengah disosialisasikan itu merupakan perda pertama di Kabupaten Jember yang mengatur dan menata keberadaan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan serta swalayan. Dengan perda ini, ke depan diharapkan, semua pasar yang ada di Kabupaten Jember bisa tertata dengan sebaik-baiknya.

“Maknanya, dengan diterbitkannya perda tersebut, diharapkan pasar rakyat bisa berkembang dan terlindungi. Demikian juga dengan pasar swalayan bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, tanpa merugikan satu dengan yang lain,” harapnya.

Mengenai penataan pasar, sebagaimana yang dicanangkan Bupati Jember, dr.Faida.MMR, bersama Wakil Bupati Jember, Drs.KH.Muqit Arief, ke depan akan dilakukan revitalisasi terhadap beberapa pasar. Untuk revitalisasi ini, akan dilakukan, mulai dari penataan zonasasi pusat perbelanjaan termasuk sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Mulai dari ketersediaan air bersih, listrik maupun lalulintas yang nyaman dan aman bagi semuanya.

Kepala Bagian Hukum, Ratno Cahyadi,SH, yang berkaitan langsung dengan terbitnya perda nomor 9 tahun 2016, menambahkan, bahwa pengembangan dan pemberdayaan pasar tradisional memang sudah harus dilakukan. “Pasar tradisional harus kita kembangkan, diberdayakan, sehingga mereka bisa bersaing secara adil dengan pasar modern, karena itulah ibu bupati punya program revitalisasi pasar tradisional, yang tahun ini Insha Allah 30 pasar, tahun depan akan dilanjutkan,” tuturnya.

Pasar tradisional yang menjadi bagian dari nafas kehidupan masyarakat, lanjut Ratno, harus diwujudkan menjadi pasar yang diminati, aman dan penataannya juga bagus, sehingga bisa bersaing dengan pasar-pasar modern.

“Tanpa seperti itu, akan sulit untuk bersaing secara ketat dengan pasar modern. Program bupati sangat konsen dengan itu. Kami dari bagian hukum, siap agar perda ini bisa diterapkan secara maksimal dan seefisien mungkin, sehingga sinergi antar stakeholder dunia usaha bisa berjalan dengan baik,” ujar Ratno.

Perda itu, kata Ratno, sudah diterapkan dan diberlakukan, serta proses teknis di lapangan sudah dilakukan. Demikian juga dengan langkah revitalisasi, perencanaannya sudah dibuat, termasuk gambar dari pasar yang akan direvitalisasi. “Tahun depan pelaksanaannya,” tambahnya. (Indra GM)

No Response

Comments are closed.