Lomba Membatik Guru di GOR, Tidak Ada Kaitan dengan Bupati

Broadcast melalui pesan sms dan watshapp yang mencatut nama Bupati Jember, dr.Faida.MMR dan beredar di kalangan guru di Jember, ternyata hoax. Dengan tegas, Bupati Faida membantah broadcast yang menyebut atas permintaan Bupati dan biaya pendaftaran sebesar Rp. 25 ribu.

Bupati menyatakan, broadcast itu menyesatkan dan fitnah. “Broadcast yang mencantumkan nama saya pada kegiatan PGRI Kabupaten Jember terkait adanya Lomba membatik, tidak benar. Saya tidak pernah meminta kepada PGRI untuk mengadakan lomba tersebut. Jadi saya tegaskan, acara itu tidak ada kaitannya dengan Bupati, tapi murni dari pegiat batik,” ujar Bupati Jember.

Seperti diketahui, informasi yang berkembang, bahwa dalam lomba membatik tersebut, peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 50 ribu. Namun karena kalangan guru banyak yang menolak, akhirnya biaya itu diturunkan menjadi Rp. 25 ribu. Uang itu dikabarkan untuk keperluan konsumsi serta arahan dalam membuat batik.

 

Dalam broadcast tersebut juga disebutkan, bahwa setiap lembaga agar mengirimkan sedikitnya 2 orang guru guna mengikuti kegiatan membatik. “SMS ini beredar di seluruh Jember, jadi saya tegaskan bahwa kegiatan membatik di GOR tidak ada kaitannya dengan bupati. Kalaupun toh ada kegiatan tersebut, itu dilakukan oleh pegiat batik, tidak ada intruksi dari saya agar lembaga sekolah mengirimkan wakilnya untuk kegiatan ini dengan membayar nominal tertentu,” tegas Bupati Faida.

Sementara berkaitan dengan beredarnya broadcast melalui SMS dan WA berkaitan dengan kegiatan Lomba Membatik Guru yang mencatut nama bupati, Plh Kepala Dinas Pendidikan, Gozali, langsung melakukan klarifikasi melalui SMS dan WA. Klarifikasi yang berisikan bantahan terhadap broadcast yang beredar melalui SMS dan WA itu juga disebar ke kalangan guru dan masyarakat umum.

“Broadcast melalui sms dan WA terkait dengan kegiatan membatik di GOR Kaliwates dan menyatut nama bupati, itu tidak benar dan fitnah,” sergahnya. (Indra GM)

No Response

Comments are closed.