Jember Kota Pandhalungan

Manisnya Bisnis Naga Kuning

321 views

naga kuningBuahnya tidak terlalu besar, dan dipenuhi duri. Tetapi rasa manisnya bisa mengalahkan varietas yang lain. Itulah buah naga kuning yang popularitasnya mampu mengalahkan jenis-jenis terdahulu. Hylocereus undatus berhasil menjadi salah satu tanaman favorit petani sejak tahun 2000 di Jawa Timur. Di Kabupaten Jember sendiri, buah naga dengan berbagai jenis lazimnya dikembangkan di daerah Rembangan yang merupakan dataran tinggi. Namun ternyata buah naga juga bisa tumbuh baik di dataran rendah. Salah satu petani yang berhasil mengembangkan buah naga kuning di dataran rendah adalah Asrofatul Uswatun. Melalui keuletannya, ia berhasil membudidayakan buah naga kuning di kebunnya, di Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro. Empat tahun lalu Asrofatul memulai membudidayakan buah ajaib yang berasal dari dataran tinggi Meksiko ini. Saat itu ia hanya mencoba sekitar 50 tiang. Ia mengaku perawatan naga kuning harus lebih intensif dibandingkan dengan jenis buah naga yang lain. Namun berkat ketekunannya saat ini ia sudah membudidayakan 200 tiang buah naga. Selain rasa manis yang mencapai 18-20 briks, pemilik kebun pembibitan Mitra Tani Unggul ini mengatakan buah naga kuning dapat berbuah sepanjang tahun, dengan musim panen antara Bulan Desember hingga Juli. Bahkan jika dirawat dengan benar dan pemupukan yang baik, maka buah naga mampu berbuah hingga bulan September. Ia tidak pernah berhenti memanen buah naganya karena jenis ini  selalu berbuah dan masak seminggu sekali, saat tidak ada musim buah lain, saya tetap bisa panen naga kuning,” ujarnya sambil tertawa. Per minggu, ia mampu memanen hasil sebanyak 25 hingga 50 kilogram. Untuk setiap kilogram naga kuning, ia membandrol harga 100 ribu rupiah. Ia menilai harga tersebut benar-benar pantas untuk buah yang bercita rasa tinggi dan istimewa. Saat ini ia hanya memasarkan naga kuning miliknya ke salah satu supermarket di Surabaya. “Dalam waktu dekat kami sudah mulai masuk ke supermarket di Jember,” terangnya. Tak hanya membudidayakan buah, Asrofatul pun membuat usaha pembibitan buah naga kuning yang banyak diminati pasar luar daerah. Mayoritas pelanggan adalah petani, pebisnis agrowisata, bahkan penghobi yang tersebar di seluruh Indonesia. “Terbanyak pembeli dari Pontianak. Dari Taman Buah Mekarsari, Bogor juga ambil bibit dari sini,” paparnya. Saat ini Asrofatul tengah tertantang untuk menangkarkan beberapa jenis tanaman baru, seperti buah naga oranye, buah naga hitam, buah naga red super sweet, serta srikaya jumbo. Ia melihat jenis-jenis tersebut akan menjadi primadona selanjutnya bagi dunia hortikultura.

Srikaya Jumbo Menyusul

Popularitas buah naga kuning saat ini akan segera diikuti oleh srikaya jumbo. Demikian Asrofatul membaca perkembangan hortikultura dalam beberapa waktu mendatang. Tak mengherankan, saat ini srikaya jumbo memang mulai dilirik oleh kolektor tanaman maupun petani yang ingin mengembangkan jenis buah ini dalam skala besar. Bermula dari penelitian buah di Australia, srikaya jumbo mampu mencapai berat fantastis yaitu 3,5 ons per buah. Di Taiwan sebagai salah satu negara pengembang srikaya jumbo, beratnya dapay mencapai 1,5 kg. Srikaya jumbo impor banyak ditemui di supermarket-supermarket Indonesia. Pengimpor mendatangkan langsung dari Taiwan yang memang memiliki wilayah pengembangan srikaya jumbo dalam skala besar. Asrofatul melihat pengembangan budidaya srikaya jumbo di Indonesia masih terbuka luas. “Saat ini yang memiliki srikaya jumbo rata-rata masih penghobi. Pengembang masih belum banyak yang punya, sehingga peluang pasar masih cukup lebar,” paparnya. Pengembangan srikaya jumbo juga dilakukan di Kecamatan Semboro. Ali Wardana selaku pengembang dengan pemasaran dibantu oleh Asrofatul Uswatun. Setelah berumur 2 tahun, srikaya jumbo hampir menyamai berat srikaya asal taiwan, selain pengembangan pasar srikaya jumbo masih sangat luas. Permintaan srikaya jumbo juga masih tinggi per kilogram srikaya jumbo dengan grade A dibandrol dengan harga Rp 90 ribu sedangkan untuk gade B sebesar Rp 65 ribu. Bali memiliki permintaan cukup besar, karena turis asing suka sekali membeli srikaya jumbo dan buah naga kuning yang sama-sama memliki  antioksidan tinggi,” jelasnya.

No Response

Comments are closed.