Jember Kota Pandhalungan

Masyarakat Diminta Waspadai Investasi Bodong

Maraknya ajakan atau rayuan kepada masyarakat untuk berinvestasi dengan berbagai cara, patut diwaspadai. Pasalnya banyak yang menjadi korban investasi bodong alias abal-abal. Bukannya untung, namun malah buntung atau rugi, karena dana yang diinvestasikan tak kunjung kembali. “Jangankan investasi modal usaha atau bisnis umum lainnya, agama saja juga sudah dibuat kedok untuk membujuk orang lain, ini sudah kebablasan, sehingga masyarakat harus waspada selalu,” tutur Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqiet Arif usai menghadiri pengukuhan tim kerja satuan tugas waspada investasi Kabupaten Jember, Rabu pagi (21/9/2016) di hotel Aston Jember.

Selain Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqiet Arif, nampak hadir pada pengukuhan tersebut Plt Sekda Jember, Bambang Haryono, Kepala OJK Jember Aidil Chaidir, Perwakilan dari OJK Pusat I Ketut Widiana, Perwakilan BI Jember, Pimpinan Jasa Keuangan dan stake holder terkait.

Usai dikukuhkan tim kerja satuan tugas siap menjalankan segala amanat yang telah di tugaskan dengan baik. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan betul-betul bisa memberikan sesuatu yang konkrit bagi masyarakat untuk melindungi konsumen jasa keuangan di Kabupaten Jember.

Apalagi tim ini langsung dibawa arahan OJK yang memiliki fungsi dan tugas serta wewenang, pengaturan, pengawasan di sektor perbankan asuransi, lembaga pembiayaan, dan jasa keuangan lainnya. “Diharapkan sektor-sektor itu terselenggara dengan teratur, adil, transparan mampu mewujudkan sistim keuangan yang tumbuh secara baik.” Imbuhnya.

Jember sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur banyak mengalami perkembangan perekonomian yang dinamis. Dengan masuknya investor-investor ke Jember merupakan salah satu parameter bahwa bagusnya perteumbuhan ekonomi di Jember.

Kehadiran OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terutama yang berkaitan dengan satgas merupakan kebutuhan bagi masyarakat yaitu sosialisasi penggalangan dana oleh lembaga yang tidak bertanggung jawab sangat perlu di sebarkan kepada masyarakat. “Semoga dengan di kukuhkannya tim satgas masyarakat kita terselamatkan dari lembaga investasi yang tidak bertanggungjawab.” Harapnya.

Sementara itu, Kepala OJK Jember, Aidil Chaidir mengatakan bahwa kantor pusat satgas mewajibkan seluruh kantor otoritas jasa keuangan mempunyai satgas investasi di kantor OJK. Terdapat investasi yang mengatas namankan koperasi Indonesia atau koperasi Pandawa yang mengatakan seluruh kredit yang bermasalah akan di lunasi oleh negara. “Dan itu adalah himbauan gombal karena tidak mungkin negara mengurusi kredit-kredit macet dengan melunasinya, sehingga dengan statement seperti itu membuat konsumen membayar dan akan mengeluarkan uang kemudian di tinggal,” ungkapnya.

Dengan ini masyarakat atau konsumen jangan mudah percaya terhadap himbauan-himbauan yang tidak jelas termasuk investasi-investasi yang tidak terdaftar atau investasi bodong dan jika tidak jelas dapat menanyakan pada OJK Jember. Apabila terjadi himbauan yang tidak masul akal masyarakat atau konsumen dapat melapor ke kantor OJK Jember di jl. Hayam Wuruk No. 41 Jember.

Investasi bodong yang mengatasnamakan agama juga patut diwaspadai, seperti menaikkan haji lebih cepat atau umroh dengan cara mudah yang pada akhirnya mereka tidak dapat melaksanakan hal tersebut dan ini akan di urusi dengan hukum karena terdapat pihak yang di rugikan. (Izza,Mutia)

No Response

Leave a reply "Masyarakat Diminta Waspadai Investasi Bodong"