Jember Kota Pandhalungan

Masyarakat Diminta Waspadai Pengobatan Tradisional

IMG-20160823-WA0004

Maraknya iklan atau publikasi pengobatan tradisional atau pengobatan swasta yang berlebihan, selain yang dilakukan oleh Rumah Sakit, Klinik dan dokter resmi, cukup mengkhawatirkan pihak Dinas Kesehatan Pemkab Jember.

Pasalnya, tidak sedikit anggota masyarakat yang menjadi korban dari bujuk rayu iklan tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, H. Yumarlis, SH., MM., selaku Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan UKBM menegaskan pihaknya sudah mengeluarkan himbauan penertiban pengobatan tradsional di Kabupaten Jember.

“Jangan sampai iklan berlebihan, seakan-akan sudah pasti sembuh dengan hanya sekali kunjungan, hal ini melanggar aturan dan mengelabui masyarakat sebagai pasien yang ingin segera sembuh,” tuturnya.

Tata cara publikasi yang baik sudah diatur dalam Permenkes nomor 1787 tahun 2010 menyangkut aturan mengenai publikasi. Sering di jumpai publikasi obat tradisional melebihi ketentuan yang ada. Termasuk iklan-iklan obat tradisional yang di situ di sebutkan menyerang atau merendahkan martabat profesi resmi seperti dokter, dan sebaliknya mengunggulkan pengibatan tradisional itu tidak boleh atau dilarang.

“Contohnya, kalau sakit minum air saya itu cepat sembuh, gak usah periksa ke dokter.., dengan slogan ini para pengobat tradisional itu merasa Superior, hal ini sangat dilarang,” imbuhnya.

Padahal mereka itu karena ingin berusaha layaknya dokter yang berpendidikan hingga kursus sesuai bidangnya seperti dokter mata, spesialis kanker dan lainnya. Banyak iklan yang menyesatkan membanding-bandingkan, saya berobat ke dokter bertahun-tahun kok gak sembuh tapi kalo berobat ke tabib satu bulan kok malah sudah ada hasilnya, juga memuji itu tidak boleh.

Apalagi masih banyak produk tradisional yang belum teruji secara laboratorium karena obat-obatan yang akan di konsumsi masyarakat itu harus memiliki unsur uji secara klinis dan laboratoris, dengan uji klinis ini bisa di suntikkan dengan percobaan kepada kelinci, tikus atau semacamnya, dan uji Laboratoris ini uji laboratorium dan unsur-unsur ini tidak terpenuhi oleh obat-obatan tradisional, seperti jamu yang berasal dari jawa tengah itu memang enak dan badan tidak terasa sakit semua sehingga masyarakat suka mengonsumsinya, akan tetapi dalam jangka panjang yang mengakibatkan gagal ginjal. Juga obat-obatan yang tidak berlokasi di Indonesia seperti wisatawan yang berasal dari Cina yang tiba-tiba membuka klinik obat-obatan tradisional dan mengaku cabang praktek dari Cina tanpa ijin. Ada lagi jamu tradisional yang tidak punya ijin edar seperti toko Jago atau home industri yang di tanggungjawabi oleh seorang apoteker. Ada juga imbalan-imbalan atau promosi nanti kalo periksa ke mereka mendapat diskon 50% atau iming-iming yang lain, obat-obatan tradisional yang di edarkan melalui MLM juga tidak boleh.

Tidak sedikit masyarakat telah menghabiskan seluruh asetnya hanya demi sembuh dengan pengobatan tradisional sehingga ketika berobat ke rumah sakit tidak memiliki BPJS Kesehatan juga tidak mampu untuk membayar dan menggunakan SPM (Surat Pernyataan Miskin).

Harapannya dengan informasi bahwa pengobatan tradisional tidak boleh mempromosikan diri secara berlebihan, dengan adanya ini masyarakat tidak mudah tertipu.

“Masyarakat atau pasien yang sedang mencari pengobatan harus lebih bijak dan hati-hati dalam memyikapo promosi seperti itu, lebih baik ke dokter dan rumahsakit terdekat, dengan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada, bakal dilayani secara medis dan terukur,” jelasnya.

Memang menurut Yumarlis, semua obat datangnya dari Allah Yang Maha Kuasa, tetapi sebagai manusia harus berusaha mencari pengobatan yang palingtidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Sehingga perkembangan penyakit yang diderita bosa diketahui secara pasti, bukan hanya kira-kira atau bersifat analisa dengan kasat mata belaka. (Mutia, Izza)

No Response

Leave a reply "Masyarakat Diminta Waspadai Pengobatan Tradisional"