Masyarakat Sambut Baik Sosialisasi Produk Hukum

487 views

Sosialisasi Produk Hukum Daerah yang dilaksanakan Pemkab Jember melalui Bagian Hukum, mendapat respon positif dari kalangan masyarakat, utamanya pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka menilai, apa yang dilakukan Pemkab Jember, sebagai upaya yang patut didukung untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat soal produk hukum, baik yang diterbitkan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

Sosialisasi seperti itu dipandang perlu, mengingat, pemahaman masyarakat terhadap produk hukum, pada kenyataannya masihmasih jauh dari memadai. Sebagaiman diakui Wakil Bupati, Drs.KH.Muqit Arief, saat membuka acara Sosialisasi Produk Hukum di Graha Widya Mandala, di Gedung Graha Widya Mandala, Rabu, 15 Nopember 2017 lalu.

Pada acara sosialisasi Peraturan Bupati No 65 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Gratis di Kabupaten Jember dan Perda Kabupaten Jember No 5 Tahun 2016 tentang Pelestarian Cagar Budaya itu, Wabup mengatakan, salah satu penyebab masih lemahnya pemahaman masyarakar terhadap hukum, karena akses terhadap sumber-sumber hukum yang ada, masih sangat terbatas. Itu utamanya untuk kalangan masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran.

Akibat dari lemahnya terhadap pemahaman hukum ini, menjadikan masyarakat, utamanya yang tinggal di pinggiran, sebagai ladang orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Karena itu, dengan digelarnya sosialisasi produk hukum di dispendik, wabup berharap ada tindaklanjut dari seluruh peserta untuk meneruskannya kepada masyarakat luas.

“Memang yang kita rasakan, akses terhadap sumber-sumber hukum sangat terbatas, apalagi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran,” ungkap Wabup Muqit Arief ketika itu.

Terhadap kegiatan sosialisasi produk hukum yang dilakukan Pemkab Jember ini, pegiat lembaga swadaya masyarakat, Miftahul Rahman dari LSM Piket Nol, memberikan penilaian, itu merupakan upaya strategis agar publik memahami, bahwa kebijakan pemerintah daerah senantiasa dipayungi oleh peraturan perundangan sebagaimana diamanatkan.

“Jika dipahami, penyusunan peraturan perundangan pada tingkatan manapun senantiasa harus memenuhi tiga unsur pokok, yakni landasan filosofis, yuridis dan politis,” terang Miftahul Rahman, yang akrab dipanggil Memed itu.

Hal itu dimaksudkan, agar kebijakan pemerintah secara hirarki dari pusat sampai ke desa dapat saling bersambungan tidak saling bertentangan. “Secara politis, peraturan perundangan dibuat agar kebijakan itu tak lepas dari rel-nya, dan mampu mengantarkan pada arah tujuan yang dikehendaki,” lanjutnya.

Dengan cara seperti itu, semua stakeholder bisa memahami produk hukum tentang program yang sudah dicanangkan. Sehingga satu sama lain dapat saling membantu sesuai tupoksinya. “Itulah alasannya, mengapa sosisalisasi produk hukum ini penting dilakukan,” tandasnya.

Pernyataan yang nyaris sama disampaikan, Lukman Hakim, Ketua Umum Ormas Republik. Program Pemkab Jember yang sudah menyosialisasikan pendidikan gratis, kemudian ditindaklanjuti dengan sosialisasi yang sama untuk aspek hukumnya, menurut Hakim, merupakan langkah yang tepat dalam rangka memberi pemahaman soal hukum kepada masyarakat.

Salah satu sosialisasi yang sudah dilakukan Pemkab Jember, adalah pemberian bantuan beasiswa kepada siswa SMA melalui program Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM). Lukman menilai, sosialisasi yang sudah dilaksanakan, terutama soal pendidikan gratis dan produk hukum daerah, berjalan cukup baik. “Akhirnya masyarakat tahu, bahwa pendidikan gratis ada payung hukumnya,” ujar Hakim.

Sebagai NGO yang berurusan langsung dengan masyarakat luas, Hakim menyatakan, akan meneruskan hasil yang sudah didapat dari acara sosialisasi produk hukum daerah itu kepada masyarakat, terutama anggotanya sendiri.

Hanya saja, agar pemahaman soal produk hukum bisa berjalan sesuai harapan, Hakim memandang perlu adanya diskusiv yang lebih lama lagi. “Kalau perlu diberi waktu khusus untuk dilakukan secara specifik, tidak dicampur dengan sosialisasi perda yang lain,” pinta Hakim. (Indra GM)

No Response

Comments are closed.