Jember Kota Pandhalungan

MEA, Guru Diminta Lebih Kompetitif dan Berkualitas

Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini, tidak hanya produk asing saja yang mengancam keberadaan produk lokal, namun juga sumber daya manusia. Sudah banyak produk asing beredar bebas di pasaran tradisional hingga modern, dengan kualitas dan harga yang mampu bersaing dengan produk lokal.

Demikian juga dengan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM), banyak pekerja asing saat ini bekerja di Indonesia. Untuk itu diharapkan peran orang tua, guru dan pemimpin daerah yang mumpuni dan berkualitas. “Peran guru dalam melahirkan generasi-generasi muda harapan bangsa menjadi sangat strategis, guru juga menjadi tumpuan banyak pihak dalam mencetak anak didik yang pintar dan berkualitas, apalagi saat ini di era MEA, SDM yang mumpuni-lah yang mempunyai peluang untuk bekerja,” terang Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, saat menghadiri peringatan Hardiknas dan Kebangkitan Nasional, di aula SMK 2 Jember.

Pada acara tersebut, Bupati hadir didampingi Ketua PGRI Kabupaten Jember, Drs. Supriono, Kepala Sekolah SMK 2 Jember, Drs. H. Furkon, dan jajaran Muspika kecamatan Pakusari. Acara dalam rangka memperingati Hardiknas dan Kebangkitan Nasional tersebut dikemas dalam sebuah seminar yang di ikuti oleh sekitar 400 guru dari beberapa kecamatan. Dengan tajuk “Peran strategis guru di era masyarakat ekonomi asean (MEA) dalam mewujudkan cita-cita generasi emas tahun 2045 dan memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia”.

Peran guru sangat penting dalam memajukan generasi generasi muda karena guru adalah orang tua kedua diadalam pendidikan anak. Oleh karena itu diharapkan peran guru terhadap para siswa agar dapat di didik sesuai aturan yang ada. Salah satu panitia yang tidak mau disebut identitasnya, menyatakan bahwa seminar ini diselengarakan untuk peningkatan SDM dan selain itu juga mengantisipasi serta mencegah kekerasan terhadapa anak memberikan pemahaman tentang penyalahgunaan narkoba juga.

“Di sisi lain, PGRI juga diharapkan bisa lebih berkreasi dan berinovatif kareba sejatinya membangun Jember adalah membangun sumber daya manusianya dan meminta kepada para guru untuk siap ditempatkan dimana saja.” Tutur Bupati Faida.

Lebih lanjut Bupati berpesan, dalam persaingan di era MEA ini diharapkan para guru bisa pintar – pintar dalam mengatur kesempatan. Selain menghadapi MEA, di Kabupaten Jember sendiri sudh terdapat sebuah tantangan, seperti rumah sakit Singapura yang pasiennya kebanyakan dari Indonesia. Maka sangat perlu diwajibkan belajar bahasa Indonesia 3 kali dalam seminggu.
Dengan acara seperti ini, diharapkan bisa berlangsung secara rutin dan kontinyu. Bupati juga mengapresiasi kepada PGRI serta stake holder terkait yang telah sukses menyelenggarakan acara tersebut. (Zikin)

No Response

Leave a reply "MEA, Guru Diminta Lebih Kompetitif dan Berkualitas"