Campak Rubella

MELALUI KULINER INGIN JADIKAN JEMBER KAWASAN WISATA INTERNASIONAL

Festival kuliner diharapkan mampu mengangkat produk lokal Kabupaten Jember, setidaknya hal itu mampu mengangkat nama daerah dan mendongkrak wisatawan untuk datang di Kabupaten Jember.Mereka tidak hanya sekedar menikmati pesona keindahan alam, tapi lebih dari itu Kabupaten Jember juga bisa tersohor lewat kulinernya.Banyak produk lokal dan ketersediaannya melimpah seperti singkong maupun ubi jalar bisa diolah sedemikian rupa menjadi produk layak jual, karena itu butuh sentuhan kreatifitas agar keduanya bisa laku di pasaran menjadi makanan olahan yang memiliki gizi tinggi dan tampilan menarik.          .

Penegasan itu disampaikan oleh bupati Jember MZA Djalal MSi, ketika membuka kegiatan festival kuliner Jember 2013 Rabu (13/5) di Hotel Bandung Permai Jember, dirinya sebagai bupati mendukung sepenuhnya pelaksanaan festival tersebut dan setidaknya menjadi agenda tahunan Kantor Pariwisata Pemkab Jember dan pesertanya bisa lebih banyak lagi serta tidak hanya diikuti oleh hotel, restoran ternama, pengusaha catering namun juga pemilik warung kecil sekalipun.Tumbuhnya pusat jajanan serba ada (Pujasera) di Kabupaten Jember di berbagai tempat,merupakan pertanda semakin membaiknya wisata kuliner.

“Adalah kebanggaan bagi saya  karena Kantor Pariwisata Pemkab Jember mampu mengadakan festival kuliner, ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk mengenalkan Kabupaten Jember melalui makanan olahan.Lebih mengembirakan lagi sejak festival kuliner ini diadakan pertama kali tahun 2012, peminatnya semakin banyak tidak hanya hotel dan restoran, pagi ini juga saya lihat juga ada catering dan tahun depan warung lesehan diharapkan bisa ikut ambil bagian.Wisata kuliner saat ini banyak digemari oleh wisatawan, mereka datang jauh-jauh ke Jember tidak hanya ingin sekedar melihat Watu Ulo maupun Papuma tapi juga ingin mencicipi makanannya,”ungkap MZA Djalal.

Ditambahkan oleh Djalal, pengusaha hotel, restoran, catering ataupun lesehan hendaknya tetap menjaga cita rasa makanannya, karena hal itu berdampak ramai atau tidaknya pengunjung.Selain itu kebersihan makanan dan tempat juga harus diperhatikan dan jangan terkesan jorok, terkadang hal itu kerapkali dilupakan oleh pemiliknya khususnya warung  di pingggir jalan.Festival kuliner ini bukan hanya ajang lomba memasak tapi sekaligus sebuah pembelajaran bagi peserta untuk tidak hanya sekedar menampilkan menu makanan dan minuman yang ditawarkan, karena juri juga akan menilai dari citarasa dan cara penyajiannya.

“Saya berdiri disini selain memberikan sambutan juga ingin menantang pengusaha kuliner di Kabupaten Jember untuk mampu mengelola produk makanan olahan, karena tidak mentutup kemungkinan suatu saat kota berpenduduk 3 juta jiwa ini menjadi kawasan wisata internasional seperti Bali.Mereka tidak hanya sehari atau dua hari bermalam di Jember, ada hal membuat wisatawan domestik ataupun asing berlama-lama di Jember yakni berkat kelezatan kulinernya.Sebentar lagi bulan berkunjung ke Jember (BBJ) 2013 kembali dilangsungkan, saya mengajak pengusaha kuliner untuk berperan aktif menyambut  kehadiran wisatawan ,”tandas Djalal.

Dibagian akhir MZA Djalal mengungkapkan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jember juga tidak terlepas dari membaiknya fasilitas infra struktur.seperti akses jalan dan penerangan.Djalal juga optimis nantinya Kabupaten Jember juga menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia, apalagi saat ini banyak hotel bermunculan di Jember dan itu merupakan pertanda semakin membaiknya iklim investasi khususnya di sektor pariwisata. (winardyasto)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.