Membangun Kota Tak Boleh Lepas Membangun Manusia

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menyampaikan, sehebat apapun pembangunan kota dengan gedung-gedungnya, namun tidak boleh terlepas dari pembangunan sumberdaya manusianya.

Hal ini disampaikan bupati dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Jember Town Square (Jetos) di Kaliurang, Rabu (18/4/2018). Jetos menjadi bangunan apartemen dan mall pertama di Kabupaten Jember.

Perhatian terhadap pembangunan sumberdaya manusia itu, lanjut bupati, investor harus memperhatikan akses bagi penyandang disabilitas. “Akses disabilitas menjadi keharusan di Kabupaten Jember,” ujar bupati.

Selain akses bagi disabilitas, bupati mengingatkan peran investor untuk merekrut tenaga kerja asal Jember, serta memperhatikan persaingan usaha dengan mengecek kartu kuning bagi pelamar kerja.

Pengusaha juga diharapkan mampu menggandeng pengusaha kecil yang memperoduksi produk lokal untuk berkembang bersama. Bupati menyatakan ekonomi kerakyatan adalah kunci sukses ekonomi di suatu kota.

Untuk itu, imbuh bupati, telah dibuat nota kesepahaman untuk memberi kesempatan seluas-luasnya produk lokal yang akan dibina bersama.

Kelak dalam operasional Jetos, Bupati Faida juga menitipkan produk-produk yang ada di Kabupaten Jember menjadi konsumsi utamanya. “Pemerintah daerah akan memonitor komitmen ini, karena kita akan tumbuh bersama-sama dengan sinergisitas,” tuturnya.

Terkait corporate social responbility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, bupati menyarankan agar berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Koordinasi ini terkait dengan data sasaran penerima dana CSR tersebut.

“Kami hanya ingin melayani data, karena kami ingin CSR dari perusahaan ini bukan hanya menjadi wujud kepedulian tetapi juga menjadi solusi bagi masyarakat Jember. Pemerintah Kabupaten Jember ingin melayani data-data sasaran dengan sebaik-baiknya,” imbuh bupati.

Bupati Faida juga menyampaikan bahwa salah satu kunci majunya suatu daerah ditentukan oleh tiga hal. Pertama, adanya pemerintah yang mau bekerja. Kedua, adanya swasta yang mau berinvestasi. Ketiga, adanya dukungan dari masyarakat sekitar. “Ketiganya ada di Jember secara utuh,” tambahnya.

“Saya menyambut baik pembangunan Jember Town Square ini,” kata bupati, seraya menyampaikan keyakinannya atas konsep yang sudah dibuat dengan analisa yang luar biasa oleh manajemen Jetos untuk menyambut perubahan pola hidup dan gaya hidup masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT. Balakosa Jaya Sentosa Angga Kusuma Putra, SE. menyampaikan terimakasih kepada Bupati Faida yang telah datang dalam peletakan batu pertama itu, dan memeberikan ijin serta mempermudah pengurusan perijinan.

Ia menjelaskan, Jetos didirikan atas dasar keinginan anak daerah untuk menjadikan kotanya semakin berkembang melalui dunia properti. Karena, salah satu indikator majunya kota atau Kabupaten adalah terciptanya pertumbuhan property. “Jetos memberikan inovasi baru bagi masyarakat Jember,” katanya.

Proyek Jetos, lanjutnya, merupakan penggabungan konsep apartmen eksklusif Denmark dalam satu kawasan European Citywalk. Jetos juga merupakan konsep pertama kali di Indonesia. “Kami berharap apartmen ini dapat menjadi ikon baru di Kota Jember,” harap Angga.

Angga juga berharap pembangunan Jetos dapat meningkatkan perekonomian di wilayah sekitar, seperti usaha bisnis baru atau terbukanya lapangan kerja baru, serta mengembangkan UKM Jember melalui kerjasama dengan bupati untuk membuka tempat khusus oleh-oleh khas Jember. (mutia/izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Membangun Kota Tak Boleh Lepas Membangun Manusia"