Membunuh Kemiskinan dengan Bekerja

Untuk membunuh kemiskinan di Jember, solusinya adalah bekerja. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Rabu (23/5/2018), di Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo.

 Mentan ke Jember dalam rangka kunjungan kerja terkait program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera), yakni program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian  1000 desa 100 kabupaten. Kabupaten Jember menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan program ini.

“Program  pertanian ini dari rakyat untuk rakyat. Pesan Bapak Presiden, jangan disalahgunakan amanahnya. Korupsi harus kita berantas, kemiskinan juga diberantas,” ujarnya didampingi Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.,

Dalam program ini, Mentan memberikan bantuan ayam. Setiap penerima mendapatkan 50 ekor ayam kampung. Menteri berpesan agar ayam tersebut dirawat sebaik mungkin.

“Jika dirawat dengan baik, pasti akan menghasilkan yang terbaik. Telur yang dihasilkan jika dikonsumsi bergizi, jika dijual akan menghasilkan,” jelasnya.

Dari bantuan tersebut, Mentan menarget pada bulan November, paling lambat bulan Desember,  mendatang tidak ada lagi masyarakat miskin di Desa Sukogidri.

Dalam wawancara dengan wartawan, Mentan menyampaikan keinginannnya pada dua – tiga tahun kedepan kemiskinan diharapkan turun dibawa satu digit.

Guna menurunkan angka kemiskinan itu, Mentan mengungkapkan, telah bersepakat dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., untuk membentuk cluster fokus industri kopi. Satu cluster diperkirakan di tiga kecamatan.

Pemberian bantuan ayam kampung juga menjadi salah satu upaya penurunan angka kemiskinan itu. Satu rumah tangga diberi 50 ekor ayam kampung yang bisa bertelur tiap hari. Bantuan lainnya berupa kandang ayam, pemebrian pakan sampai bertelur.

“Setelah bertelur, diserahkan kepada prasejahtera, dan paling lambat satu tahun sudah lepas dari kemiskinan,” tuturnya.

“Bebaskan kemiskinan dengan cluster di daerah ini. Untuk Kabupaten Jember, bupati juga nanti akan melakukan pendampingan sampai mereka lepas dari kemiskinan,” ungkap Mentan.

Menurut Mentan, program ini atas perintah Presiden RI. Pada bulan Ramadhan ke desa desa menyaksikan dan menyerahkan bantuan ayam langsung kepada masyarakat miskin. Jumlah ayam bantuan kurang lebih 10 juta ekor untuk seluruh Indonesia, dengan anggaran Rp. 2 triliun.

Mentan menjelaskan, solusi permanen untuk masyarakat prasejahtera atau miskin adalah pendampingan selama 6 bulan dari Kementerian Pertanian, yang bersinergi dengan bupati. Pendampingan ini dengan memberikan pengetahuan merawat ayam, memberi pakan, dan menetaskan  kembali telur yang dihasilkan menjadi ayam.

Sementara itu, Bupati Faida menjelaskan, 16 persen dari warga miskin mendapat bantuan program ini. Dari 120.000 warga miskin di Jember, 21.000 mendapatkan bantuan itu untuk uji coba.

“Jika lancar akan ada dari anggaran pemerintah daerah juga. Kesepakatan dengan menteri, pendampingan bukan hanya dari pusat, tetapi dari daerah. Ada mahsiswa pertanian, nanti sebagai TOT (trainer of trainer) yang dilatih dari Kementerian Pertanian,” jelas Bupati Faida.

Terkait pengentasan kemiskinan, menurut bupati, kuncinya adalah pengembangan sumber daya manusia. Jika pengetahuan sumber daya manusia meningkat, mereka bisa berbuat lebih dari sebelumnya. (izza/mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Membunuh Kemiskinan dengan Bekerja"