Jember Kota Pandhalungan

Meminang Prospek Buah Pinang

129 views

pinang buahBerbicara tentang buah pinang, mungkin yang terpikir oleh kita adalah, buah dengan aroma dan rasa yang pahit, dan biasanya dikonsumsi oleh para tetuah zaman dahulu. Anggapan itu ada benarnya, hanya saja untuk saat ini tidak lagi dikonsumsi para tetua masyarakat, akan tetapi di beberapa tempat di luar Pulau Jawa sudah dijadikan sebagai makanan pokok kedua. Kenyataan inilah yang kemudian menjadikan masyarakat di Desa Gambiran, Kalisat, melihat buah pinang sebagai peluang usaha. Penilaian warga Gambiran ini bisa dimaklumi, karena di daerah ini, buah pinang ternyata diproduksi dalam jumlah yang banyak dan dikirim ke beberapa tempat yang membutuhkan. Sebagaimana dikatakan salah seorang pengusaha buah pinang, Husen, bahwa buah pinang yang dulu tidak begitu digemari, sekarang memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Itu utamanya, di beberapa tempat di luar Jawa. “Buah pinang ini dicari untuk dikonsumsi, buah pinang dijadikan makanan pokok setelah beras,” kata Husen. Kebanyakan buah pinang yang dikonsumsi, adalah buah pinang yang sudah kering dan siap dijadikan bahan pangan. Karena itu, untuk pengiriman ke luar Jawa, buah pinang yang dipetik dari pohonnya, terlebih dahulu harus melalui beberapa proses, seperti pengupasan, pemotongan, serta penjemuran. Untuk proses penjemuran dibutuhkan waktu hingga 4 hari, agar pinang-pinang yang akan dikirim benar-benar dalam keadaan kering. “Biasanya Pinang yang akan dikirim sudah dikupas, dipotong dan dijemur, hingga benar-benar kering. Karena jika tidak kering, pinangnya akan busuk dan berjamur, kalau sudah demikian harganya akan sangat murah,”paparnya. Mengenai penjualannya, sangat bervariasi, tergantung bagus tidaknya buah pinang yang dihasilkan. Biasanya ada 3 jenis buah pinang yang akan dijual, pertama buah pinang yang sangat muda, buah pinang yang tidak terlalu tua, serta buah pinang yang sudah tua. Namun biasanya, permintaan kebanyakan untuk jenis pinang yang muda dan tidak terlalu tua, karena memiliki aroma dan citra rasa yang lebih enak. “Untuk menentukan buah pinang bisa juga dilihat dari kulitnya, kalau muda warnanya hijau. Sedang kalau muda tapi tidak terlalu tua warna kulitnya hijau agak pekat, dan pinang yang sudah tua biasanya warna kulitnya agak kemerahan. Dalam satu kilo, harganya mencapai Rp 20.000., terkadang bisa mencapai Rp 37.000/Kg. Sedangnkan untuk proses pengirimannya disesuaikan dengan permintaan, kadangseminggu sekali, 2 hingga 5 ton, tergantung permintaan juga,” tutur Husen. Untuk masalah ketersediaan buah pinang, dikatakannya, dari tahun ke tahun cukup baik, meski terkadang ada beberapa kendala, seperti musim hujan yang bisa menyebabkan buah pinang rusak. Kalau sudah demikian, biasanya Husen bersama tenaga kerjanya mencari pasokan dari tempat lain. Usaha pinang yang sudah berjalan sejak tahun 80-an ini, diakuinya, sebagai usaha turun temurun dari sang ayah. Jika dahulu pemasarannya hanya ke daerah Irian (Papua) saja, saat ini sudah mulai meluas ke Ambon, NTT, dan sejumlah tempat lainnya.

Bermanfaat Untuk Kesehatan

Buah Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang atau dalam bahasa ilmiahnya Areca catechu adalah salah satu kelengkapan menyirih di kalangan orang-orang tua. Sebagian orang Indonesia memanfaatkan tanaman ini sebagai obat. Salah manfaat dari buah pinang adalah warna merah yang berasal dari biji ini sekarang sangat dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan-badan kesehatan lainnya. Sebab, warna merah buatan bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Pinang juga mempunyai beberapa sifat yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit, diantaranya bersifat anthelmintica yang berguna meluruhkan cacing dan adstringensia untuk menciutkan selaput lender.

No Response

Comments are closed.