Jember Kota Pandhalungan

Mendapat Angin Segar Setelah Ada Intruksi Bupati

BPJS

Jember Kita. Perhatian pemerintah terhadap layanan kesejahteraan serta keselamatan dan jaminan hari tua atas para pekerja melalui Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), kini pemerintah menelorkan program baru bernama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).           Di Kabupaten Jember, layanan BPJS ini berjalan cukup membanggakan, karena para pesertanya ternyata tidak hanya datang dari kalangan pegawai pemerintah dan swasta saja, tapi pekerja informal, seperti nelayan, petani juga diikutsertakan.

Untuk kalangan pegawai pemerintah, sesuai dengan Intruksi Bupati Jember, nomor 12 tahun 2013, tentang pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan, bahwa seluruh perusahaan dan badan usaha, yang mengurus perpanjangan ijin maupun baru, wajib melampirkan kepesertaan program BPJS Ketenagarakerajaan. Kepesertaan tenaga kerja dalam program jaminan social ini sangat penting, karena sesuai tujuannya, untuk memperbaiki kesejahtaraan masyarakat.

Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, upaya perbaikan kesejahteraan akan lebih mudah terpenuhi. “Saat ini baru 45 ribu tenaga kerja, dari 1150 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini masih relatif sedikti, karena masih ada di atas 100 ribu tenaga kerja formal yang harus dilindungi,” ujar Muhyidin, SE,MM, Kepala BPJS Cabang Jember.

Diharapkan, dengan adanya intruksi bupati tertanggal 9 September 2014, ke depan, seluruh tenaga kerja yang ada di Jember bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Intruksi bupati “Insya Allah, mulai hari ini dinas perindustrian, dinas pehubungan, dinas PU Cipta Karja, Dinas Pengairan sudah melaksanakan intruksi bupati tersebut,” tandasnya.

Manfaat kepesertaan BPJS bagi pemerintah, menurut dia, secara langsung akan membantu peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Selain juga, melalui program ini, setidaknya bisa mencegah potensi membesarnyua tingkat kemiskinan di masyarakat.

Sedang bagi pengusaha, ketika terjadi kecelakaan kerja, kematian, atau menghadapi hari tua, pengusaha tidak perlu lagi mengeluarkan biaya, karena semua resiko sesuai aturan sudah dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi pekerja sendiri, dengan diberikannya perlindungan melalui BPJS, mereka akan lebih aman bekerja dan nyaman serta keluarga yang ditinggalkan juga merasa lebih aman. Hal yang seperti ini, bisa berpengaruh terhadap produktifitas kerja, yang dampaknya pengusaha juga akan diuntungkan. “Saya yakin dengan komitmen dari teman-teman pemerintah daerah, melalui intruksi bupati, target seluruh masyarakat perlindungan terhadap pekerja, akan bisa tercapai,”

            Untuk upaya pencapaian target ini, Muhyidin mengaku, BPJS Ketenagakerjaan Jember, sudah menjalin kerjasama dengan komunitas nelayan di Puger. Hingga saat ini sudah ada 150 nelayan, yang terlindungi melalui BPJS ketenagakerjaan. Demikian juga dengan HKTI Jember, BPJS Ketenagakerjaan cukup mendapatkan respon positif, utamanya dari ketua HKTI Jember, Jumantoro. Dengan kerjasama ini, diharapkan ribuan petani di Jember, bisa terlindungi oleh BPJS ketenagakerjaan.

“Dengan adanya pembinaan dengan pengurus, dalam waktu dekat diharapkan segera ada realisasi. Ini kita koordinasi lagi, agar seluruh petani di Jember, bisa terlindungi, khususnya yang menjadi anggota HKTI,”

Sementara mengenai pembayarannya, untuk tenaga informal pembiayaannya harus dilakukan mandiri, misalnya petani harus membiayai sendiri dengan dibantu oleh wadahnya. Kalau terjadi resiko kecelakaan kerja, meninggal dan jaminan hari tua atas petani tersebut, maka wadah atau organisasi dari petani ini bisa berperan aktif. “Untuk iurannya, ada dua pilihan, minimal memilih dua program, kalau hanya mengikutkan kecelakaan kerja dan kematian, hanya RP 16.500 per bulan, sangat murah sekali,”ungkapnya.

            Ke depan, mengingat hal tersebut sudah menjadi tugas PT BPJS Ketenagakerjaan Jember, diharapkan seluruh pekerja di Jember bisa terlindungi. Kepada para pengusaha diharapkan pemahamannya, bahwa program BPJS tidaklah memberatkan, justru akan lebih memperingan dan membantu pengusaha bila terjadi resiko terhadap karyawannya, karena tidak perlu bingung untuk mengeluarkan biaya, sebab sudah dialihkan ke BPJS.

Demikian pula bagi pekerja sendiri, karena sudah diatur oleh ketentuan, apabila belum didaftarkan ke BPJS, hendaknya segera melapor ke dinas atasu instansi terkait, sehingga pihak BPJS Ketenagakerjaan bisa langsung menindaklanjuti dengan turun lapangan. “Kami sebagai badan penyelenggara yang sudah ditunjuk oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan, ikut terlibat juga mengontrol perusahaan yang masih belum memberikan perlindungan terhadap tenaga kerjanya, sehingga masyarakat pekerja di seluruh Kabupaten Jember bisa mendapatkan jaminan social,” imbunya.

Terhadap perusahaan-perusahaan yang suka menunggak pembayaran iuran yang harus dibayar untuk jaminan social para pekerjanya, menurut Muhyidin, pihaknya sudah bekerjasama dengan kejaksaan untuk member pembinaan kepada perusahaan nakal tersebut. “Saat ini sudah ada 136 perusahaan yang sudah kita serahkan ke kejaksaan, untuk diberikan pembinaan, khusus menunggak iuran,” pungkasny. (Indra)

Senang Bisa Membantu Orang Lain

Keinginannya untuk mengabdikan diri kepada kepentingan orang banyak sudah tertanam sejak diduduk di bangku kuliah. Sebab itulah, untuk bisa melakukannya, maka disandarkannya cita-cita untuk menjadi pengawai negeri, karena melalui lembaga pemerintah, meski itu bukan satu-satunya jalan, untuk bisa berbuat banyak dalam membantu orang lain.

Adalah Muhyidin, yang berusaha ingin melakukan sesuatu demi kepentingan orang banyak, utamanya mereka yang memang sangat membutuhkan. Keinginannya untuk mengabdikan diri pada kepentingan negara dan masyarakat, itupun akhirnya terwujud melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dulu bernama PT Jamsostek.

Lalu bagaimana perjalanan liku-liku Muhyidin, yang kelahiran Bawean 1975, bisa sampai ke Jember. Dan bagaimana pula ia melayani masyarakat yang pada dasarnya membutuhkan perlindungan sosial ?. Berikut wawancara Jember Kita (JK) dengan Muhyidin (MY), Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember.

JK        : Assalamualaikum, bagaimana kabarnya bapak ?

MY      : Waalaikum Salam, Alhamdulillah baik-baik saja.

JK        : Sebagai orang nomor satu di BPJS Ketenagakerjaan Jember, berapa daerah yang

  menjadi wilayah operasi bapak ?

MY      : BPJS cabang Jember, memiliki tiga wilayah operasional, yaitu, Jember sendiri,

Lumajang dan Bondowoso.

JK        : Ketika pertama masuk Jember, bagaimana melihat prospek daerah ini untuk menjaring masyarakat menjadi peserta BPJS ?

MY      : Saya melihat potensinya sengat besar sekali, ini setelah mendapatkan data dari BPS dan

perpajakan. Masih banyak perusahaan yang belum memberikan perlindungan jaminan

sosial kepada pekerjanya.

JK        : Dengan potensi yang besar, saat ini bagaimana sebenarnya perkembangan BPJS

  Ketenagakerjaan di Jember dalam memberikan perlindungan social kepada pekerja ?

MY      : Dengan dikeluarkannya intruksi bupati Jember, merupakan angin segar bagi BPJS

Ketenagakerjaan untuk percepatan perlindungan ketenagakerjaan.

JK        : Sampai saat ini, sudah seberapa besar masyarakat yang sudah mendapatkan jaminan

  social?

MY      : Dari sisi tenaga kerja, baru 45 ribu yang sudah mendapat perlindungan jaminan sosial,

padahal berdasarkan data yang ada, jumlah tenaga kerja yang ada di Jember, masih di

atas 100 ribu.

JK        : Lalu bagaimana respon perusahaan, terhadap upaya pemberian jaminan social kepada

  para pekerjanya ?

MY      : Dari jumlah perusahaan yang ada, baik yang skala besar, menengah maupun kecil yang

mencapai 3000, baru 150 perusahaan yang mendaftarkan tenaga kerjanya untuk

perlindungan jaminan sosial.

JK        : Upaya apa yang sudah dilakukan bapak untuk menyertakan masyarakat agar

  mendapatkan jaminan social ?

MY      : Langkah yang sudah kita lakukan dalam menarik simpati pekerja, agar menjadi peserta

BPJS Ketenagakerjaan, yakni menjalin sinergisitas dengan pemerintah daerah, serikat

pekerja, dan beberapa asosiasi, seperti apindo, asosiasi petani tembakau, maupun HKTI,

semua stakeholder, kita rangkul untuk bersama-sama mewujudkan program pemerintah.

JK        : Lalu adakah hasil yang sudah dirasakan setelah berbagai upaya dilakukan sejak

              pertama masuk Jember, Nopember 2013 lalu ?

MY      : Dari upaya ini, yang sudah dirasakan hasilnya adalah di Kabupaten Lumajang. Bulan

Mei lalu, sudah ditandatangi MoU dengan Pemkab Lumajang, dari jumlah awal 200

perusahaan yang ikut, saat ini sudah mencapai 700 perusahaan yang sudah bergabung

dengan BPJS Ketenagakerjaan Jember. Terjadi sebuah peningkatan yang cukup

signifikan di tahun ini, luar biasa sekali.

JK        : Apa tantangan yang dihadapi selama menjalankan tugas memberikan jaminan social

              kepada masyarakat ?

MY      : Diantaranya menghadapi pengusaha nakal, yang suka menunggak iuran. Untuk hal ini,

kita bekerjasama dengan kejaksaaan untuk memberi pembinaan terhadap perusahaan-

perusahaan yang nakal tersebut.

JK        : Lainnya bapak ?

MY      : Tantangan berikutnya ada pada sektor informal, seperti pekerja di petani maupun

nelayan, yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri untuk memberikan pemahaman.

Kita harus berkali-kali memberikan pemahanan sampai mengerti dan paham betul,

manfaat menjadi BPJS.

 

TokohProfil Kepala BPJS Jember

Nama                    : Muhyidin, SE,MM.

Pendidikan          : S1 dan S2, Universitas Narotama,

Tempa Lahir       : Bawean, 1975.

Putera                    : Dua orang, tertua berusia 10 tahun, dan 8 tahun.

Cia-cita                  : Sejak kuliah, pingin menjadi PNS, namun ternyata jatuhnya ke Jamsostek, yang juga perusahaan milik negara. Dimana perusahaan ini juga membantu tenaga kerja.

Karier Kepegawaian   :

–          Selama 10 tahun menjadi tenaga pemasaran, di PT Jamsostek, Tanjung Perak, Surabaya.

–          Tahun 2008 -2010, dipromosikan ke PT Jamsostek, Cabang NTT di Kupang, sebagai Kepala Bidang Pemasaran.

–          Oktober 2010, dipormosikan ke PT Jamsostek cabang Rungkut, Surabaya, sebagai Kepala Bidang Pemasaran, selama 2 tahun.

–          Oktober 2012, dipromosikan lagi ke Kupang, NTT, sebagai Kepala Cabang, dengan wilayah operasional 22 kabupaten,.

Nopember 2013, dipromosikan ke PT Jamsostek Jember.

No Response

Comments are closed.