Mendirikan Masjid, Mencerdaskan Spiritual Bangsa

This slideshow requires JavaScript.

Salah satu tujuan berdirinya negara ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan itu tidak hanya pada akal saja. Lebih dari itu, sebenarnya kecerdasan yang dimaksud juga menyangkut spiritual.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat memberikan pidato peresmian Masjid Miftakhul Huda di Dusun Pondok Waluh, Desa/Kecamatan Kencong, Jum’at malam 12 Oktober 2018.

Masjid Miftakhul Huda, menurut Wabup Kiai Muqit, akan menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Karena sejatinya tujuan didirikannya negara ini dalam undang-undang dasar adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” terangnya.

Hanya saja, Wabup Kiai Muqit melihat sebagian orang menganggap sebatas cerdas pikiran saja, akal, dan IQ saja.

“Padahal sebenarnya tidak hanya itu, tetapi juga kecerdasan batiniyah, kecerdasan spritual,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini.

Karena itu, Masjid Miftakhul Huda ini diharapkan akan bisa berfungsi maksimal dalam rangka untuk  mencerdaskan spritualitas dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Peresmian masjid ini dikemas dengan pengajian umum. Pembicara dalam pengajian ini yakni KH. Agus Ali Masyhuri atau akrab dipanggil Gus Ali, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.

Terkait pembangunan Masjid Miftakhul Huda, Wabup mengungkapkan rasa bangganya. Sebab, keberhasilan masjid yang dibangun selama sebelas tahun ini juga dengan bantuan swadaya masyarakat.

Lebih jauh Wabup Kiai Muqit berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat beribadah. Masjid ini juga menjadi pemersatu persaudaraan seluruh jamaah, untuk bersama-sama bersujud kepada Allah SWT.

Sementara itu, ketua pembangunan Masjid Miftakhul Huda, Sumarli, menjelaskan, pembangunan masjid dimulai pada 30 April 2007. Ketika itu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp. 500 juta.

“Sekarang habis kurang lebih 750 juta rupiah,” jelasnya.

Pembangunan masjid berhasil dilaksanakan berkat partisipasi masyarakat Dusun Pondok Waluh. Sumbangan juga berasal dari Bansos sebesar Rp. 20 juta, serta bantuan pemerintah sebesar Rp. 5 juta.

Sumarli mengakui masjid ini memang belum selesai. Tetapi diresmikan oleh Wakil Bupati agar bisa digunakan terlebih dahulu. “Mudah mudahan yang beribadah di masjid ini banyak,” harapnya.

Kepala Desa Kencon, Ahmadi, mengungkapkan, suatu kebanggaan bagi masyarakat mempunyai fasilitas untuk beribadah yang bagus.

“Kedepannya tinggal merawat dan memajukan. Melangkah bersama, berkoordinasi dengan pemerintah desa,” katanya. (izza/mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Mendirikan Masjid, Mencerdaskan Spiritual Bangsa"