Jember Kota Pandhalungan

MENGENAL PROSES PENGOLAHAN GULA DI PG SEMBORO : Part I ( Tanpa Belerang, Dijamin Manis, Lebih Putih dan Sehat )

Mungkin diantara kita ada yang tidak pernah menyadari, bahwa gula pasir yang biasa dikonsumsi sehari-hari, harus melalui proses panjang agar bisa menjadi gula dan layak untuk dinikmati.  Tebu sendiri yang merupakan bahan baku gula, meski sudah terasa manis ketika dikonsumsi, namun harus diproses terlebih dahulu untuk bisa menjadi gula pasir, agar bisa digunakan sewaktu-waktu.

Kabupaten Jember, yang memiliki pabrik gula terbesar kedua setelah PG Jatiroto, di lingkup PT Nusantara X1, bisa berbangga diri. Karena dari pabri gula ini, dihasilkan gula premium yang tidak diproduksi oleh pabrik gula lain di lingkup Nusantara X1.

Kepala Bagian Pabrikasi PG Semboro, Fajar Lazuardi, menjelaskan, bahwa pengolahan tebu untuk dijadikan gula di PG Semboro bahannya diperoleh dari tebu sendiri (TS) dan tebu rakyat (TR). Proses pengolahannya menurut dia, sebelum tebu diperah, terlebih dahulu dicacah, dihancurkan sedemikian rupa. “Baru setelah itu kita perah,”ujar pria yang murah senyum itu.

Fungsi dari pencacahan ini, adalah untuk mempermudah dalam pemerahan, sebagaimana memerah kelapa untuk diambil santan. Tidak mungkin kelapa langsung diperas, tetapi diparut dulu, baru setelah itu diperas.

Setelah diperas, air tebu atau nira tersebut dimurnikan terlebih dahulu, karena di dalam air tebu ada zat yang namanya bukan gula. Gula yang diambil tersebut sebenarnya adalah disakarida, atau yang spesifik namanya sakarosa atau sukrosa. “Itu yang dinamakan gula, kita mengistilahkan seperti itu,” paparnya.

Untuk yang dinamakan bukan gula, terdiri dari monosakarida, asam-asam organik, asam-asam anorganik, selain juga ada zat protein dan lainnya. Kandungan bukan gula yang terdapat dalam tebu ini perlu dihilangkan, supaya tidak mengganggu proses dalam mengkristalkan gula.

Cara penghilangannya dicampurkan dengan CaOH, atau kapur tohor, atau kapur yang sudah dibakar, atau isitilahnya kapur matang hingga 2 kali. Setelah terbentuk endapan, kemudian disaring (ditapis). Hasil tapisan itu yang disebut blothong, sedang yang jernih diambil lalu diproses.

Proses pertama yang jarus dilakukan adalah penghilangan air dengan proses evaporasi dengan multiple effect. Proses ini menggunakan 5 badan untuk evaporasi. Dari ini ini akan diketahui encer tidaknya air tebu yang sudah disaring, setidaknya sekitar 12 brik. Keluar dari evaporasi menjadi 60-70 brik.

Setelah melalui proses ini barulah dikristalkan. Dari pengkristalan pertama ini, dilebur lagi dan dimurnikan lagi, untuk penghilangan warna. Jadi yang namanya karbonatasi. Dalam proses ini dilakukan penambahan kapur dan gas CO2 yang diambil dari cerobong yang sudah dimurnikan.

“Jadi kita sudah bisa mengurangi emisi. Disitu terbentuk Ca Carbonate. Ca Carbonate kita tapis juga, terbentuk blothong juga, cuma namanya blothong karbonatasi.  Dari hasil penapisan atau filtratnya itu kita kristalkan lagi, akhirnya jadi gula produk,” jelasnya.  (HUMAS)

No Response

Comments are closed.