Jember Kota Pandhalungan

MENGENAL PROSES PENGOLAHAN GULA DI PG SEMBORO : Part II Gula Pasir Sebelas (Gupalas)

Gupalas (Gula Pasir PT Nusantara Sebelas) adalah produk gula pasir yang dihasilkan PG Semboro. Gula ini dikemas satu kilogram. Keunggulan yang dimiliki gula hasil produksi PG Semboro ini, tidak mengandung belerang seperti gula yang lain.

Dijelaskan Fajar Lazuardi, ada kandungan belerang di dalam gula produksi PG Semboro, namun kadarnya sangat kecil, yang memang terbawa dari tebu. Perbedaan dengan gula produksi pabrik gula lain, yang menggunakan belerang, proses penghilangan zat bukan gula di PG Semboro, sama sekali tidak menggunakan belerang.

Kelebihan lain dari gula prdouksi PG Semboro atau yang dikenal dengan nama Gupalas dan banyak ditemui di pasaran, adalah lebih sehat, warna lebih menyenangkan, dan yang terpenting lagi halal. “Kita masih proses untuk SNI. Kalau ISO kita sudah ada. Gupalas kemasan satu kilogram sama sebenarnya, tetapi gupalas lebih kita sortir ukurannya dari pada yang dikemas di karung. Tetapi bukan berarti yang di karung itu jelek, hanya kita bermain pada segmentasi pasar,” paparnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah mencoba alat baru, yang di PG lain sebenarnya sudah banyak. Kelebihan dari alat baru dengan nama continous vacuum pan ini, proses kistalisasi yang dilakukan bisa kontinyu. Tidak seperti alat yang lama, bernama bags, yang kalau masak nira, harus terus nambah dan setelah diturunkan baru berhenti.

Untuk alat continuous ini, akan berhenti apabila pembersihan dan akhir giling. Masak dengan menggunakan continuous bisa mengalir terus. “Kalau yang lama semacam ember. Kalau penuh, berhenti, kita angkat,”katanya.

Diakui, produksi gula yang dilakukan badan usaha miliki negara seperti PG Semboro, sebenarnya tidak kalah dengan produk swasta, baik dari gulanya maupun pabriknya. Bahkan untuk prosesnya, di PG Semboro sudah melakukan efisiensi energi.

Kebanggaan Fajar atas pabrik gula swasta ini didasarkan, utamanya dalam hal pemakaian uap persen tebu masih sekitar 60 %. Padahal PG Semboro sendiri, sudah bisa 50 persen. Selain itu PG Semboro juga bisa membantu PG sesaudaranya yang masih menggunakan mesin uap, seperti di wilayah situbondo, yaitu PG Wringin, Olean, dan PG Panji. “Karena kita surplus ampas. Tiap hari hampir 10 ton ampas tebu, bahkan lebih. Kita masih bisa menang dari swasta,” akunya, bangga.

Ditambahkan, di Indonesia hanya ada 2 pabrik gula tebu yang menggunakan kabonatasi, selain PG Semboro, juga Sweet Indo Lampung, yang terbaru PG Subang dan Jati 7. Sedang yang lain masih menggunakan sulfitasi.

Mengenai standar nasional Indonesia (SNI), dikatakannya, terbagi menjadi beberapa, sesuai nanti segmen pasarnya. “Ada GKP 1, GKP 2, ada macam-macam. Kalau untuk Semboro kita mengarah pada segmen pasar yang GKP 1 Premium,”bebernya. (HUMAS)

No Response

Comments are closed.