Jember Kota Pandhalungan

MENGENAL PROSES PENGOLAHAN GULA DI PG SEMBORO : Part III (Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah )

Fajar Lazuardi, menjelaskan, pada prinsipnya semua pabrik gula itu dapat katakan dalam tanda petik, tidak ada limbah. Mengingat blothong jika diolah dan difermentasi, bisa menjadi pupuk organik. Hal ini sudah diakui, yang menurut hasil lab layak untuk tanaman.

Phosphat dari yang terkandung dalam blothong ini cukup tinggi, demikian juga dengan N-nya, sehingga sangat baik untuk tanaman apa saja. Tetes juga sudah termanfaatkan. Namun untuk tetes ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai produk.

Limbah lain, setelah tebu diperas, ampasnya bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar boiller. Ada juga limbah udara dari cerobong ketel, yang sebagian sudah disadap untuk karbonatasi. Selain itu, ada arang atau abu yang juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, namun masih harus melalui proses-proses tertentu. “Memang untuk saat ini belum kita optimalkan. Kedepan rencananya akan kita optimalkan lagi, kita campur dengan blothong, kita fermentasi jadi pupuk,” ungkapnya.

Untuk limbah cair, kebanyakan berupa oli yang di PG Semboro dipisahkan dan dikumpulkan untuk diolahkan kepada pihak ketiga di Cirebon. Perusahaan ini juga memiliki sertifikat resmi dari Kementrian Lingkungan Hidup, terkiat penglolahan berbagai limbah menjadi macam-macam produk.

Setelah tahun ini, PG Semboro mendapat PROPER dengan predikat biru, diperkirakan tahun depan akan ada assistment ke hijau. Untuk menjadi hijau dari biru ini, banyak criteria yang harus dipenuhi oleh PG Semboro. “Pertama ketaatan kita mengenai limbah, kedua mengenai efisiensi energi, yang ketiga adalah CSR karena perusahaan ini ada supaya bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (HUMAS)

No Response

Comments are closed.