Jember Kota Pandhalungan

Menjanjikan, Budidaya Ikan Jadi Mata Pencaharian

benihikankoi-600x300Bisnis budidaya ikan hias telah menjadi sumber penghasilan banyak orang, tak heran jika saat ini banyak yang berbondong-bondong untuk membudidayakannya. Mengingat bisnis ikan hias, dinilai cukup menjanjikan karena peminatnya cukup tinggi.

Budidaya ikan hias, yang dinilai cukup prospektif untuk dijadikan sebagai mata pencaharian, dibuktikan oleh sebagian besar masyarakat Desa Plalangan. Desa yang berada di utara kota Jember ini, merupakan salah satu desa penghasil ikan hias, dimana sebagian besar warganya berprofesi sebagai peternak ikan.

 Selain karena profesi turun temurun, kondisi wilayah di Desa ini, juga mendukung warganya untuk beternak ikan. Udara yang segar, Air yang banyak mengalir, serta lahan yang cukup, menjadi factor pendukung yang sangat penting,untuk beternak ikan hias di daerah ini.

Karena itulah, Sebagian besar warga di Plalangan menjadikan budidaya ikan hias sebagai mata pencahariannya. Seperti yang dilakukan Ahmad (36), yang sudah 15 tahun menjadi peternak ikan. Baginya, profesi peternak ikan, yang dijalaninya itu, cukup menyenangkan, karena hanya dengan memelihara ikan,Ia mendapatkan penghasilan,yang cukup untuk digunakan menafkahi keluarganya.

Untuk menjalankan ternak ikan, Ahmad cukup bermodalkan beberapa petak kolam ikan, yang ada dihalaman rumahnya, namun perlu kesabaran yang cukup ekstra,agar ikan-ikan yang diternak dapat berkembang dengan baik.

 “Ikan ini kalau yang memelihara tidak mengerti,bagaimana cara memelihara yang baik, bisa-bisa banyak yang mati, seperti cara menguras kolam ikan, kalau sudah kotor dan mau dibersihkan, itu tidak boleh dibuang seluruhnya dan diganti yang baru,cukup dibuang separo dan ditambah air, kalau diganti semua dengan air yang baru banyak yang mati,karena air baru tidak ada oksigennya”ujarnya.

Selain,membudidayakan ikan-ikan tersebut dikolam, Ahmad mengaku juga memanfaatkan aliran sungai yang ada di depan rumahnya” Saya memanfaatkan aliran sungai kecil didepan itu, jadi saya berijaring-jaring dan menaruh ikan-ikannya disana, kalau airnya mengalir, ikannya biasanya lebih cepat berkembangnya”ungkap Ahmad.

Pemeliharaan ikan,juga berpengaruh terhadap hasil produksinya, misalnya untuk pembibitannya, bisa dilakukan secara tradisional,namun tetap menggunakan induk-induk ikan yang berkualitas baik,sehingga benih yang dihasilkan juga baik.

Selain itu, penggunaan air yang hangat, ternyata juga dapat memberikan rangsangan baik terhadap ikan-ikan,agar cepat berproduksi, dan berkembang dengan cepat.

Setelah berproduksi, biasanya Ahmad menjual benih-benih ikan hiasnya kepada para petani, atau warga yang berminat membelinya “saya biasanya menjualke petani,karena biasanya para petani menaruh benih-benihnya di sawah mereka, atau yang biasa dikenal dengan istilah minat padi,minat padi ini merupakan salah satu cara yang dilakukan petani di desa ini, untuk ditaruh disawah mereka, agar terhindar dari hama, dan biasanya setelah besar, dijual kepada saya,lalu saya menjualnya kepada tengkulak, Begitupula dengan warga yang berminat untuk membeli benih-benih ini, untuk dipelihara, setelah besar,dijualkembali pada saya,biasanya benihikan dijual seharga Rp.100,- saja”imbuhnya.

Berbekal pengalamannya,ikan-ikan yang diternak Ahmad, tumbuh dengan baik. Sehingga banyak diminati para tengkulak,maupun pembeli eceran. Jenis ikannya pun bermacam-macam,mulai dari ikan koi, ikan komet, arwana, cupang, lele putih, serta sejumlah ikan hias lainnya.

Dari sekian banyak jenis ikan itu, ada beberapa ikan hias yang penjualannya paling tinggi, atau yang banyak diminati para penggemar ikan hias, seperti ikan mas koki,ikan koi,komet,biasanya ikan-ikan inilah yang paling banyak diminati.

Hal itu juga diakui salah seorang tengkulak ikan, Roni (24), ia mengatakan, bahwa ikan hias yang biasanya paling banyak diminat, diantaranya adalah ikan mas koki, koi,dan komet”saya sering membeli ikan-ikan itu,karena itu yang paling laku memang, terutama ikan mas koki selain itu,ikan-ikan didaerah ini , fisiknya juga bagus- bagus”ujarnya.

Ikan-ikan tersebut, hasil peliharaan Ahmad tersebut, dipasarkan di beberapa daerah,mulai dari Banyuwangi,Bondowoso, hingga Bali. Sedangkan untuk harganya bervariasi, mulai dari seribu hingga jutaan rupiah. Ahmad mengaku,bahwa ternak budidaya ikan ini,memang cukup menjanjikan untuk dijadikan sebgagai mata pencaharian.

Dari hasil ikan-ikan yang dijualnya, Ia bisa mendapatkan laba sebesar Rp.3.000.000 per bulannya “Untuk hasil perbulan, biasanya hasil bersihnya sekitar Rp.3.000.000/bulan, tapi kalau banyak pesanan ikan, juga bisa lebih,”ungkapnya.

Semua pekerjaan jika ditekuni dengan baik,akan menghasilkan hal yang baik pula,seperti Ahmad,meski hanya beternak ikan,namun Ia dapat memperolah penghasilan yang cukup tinggi, tergantung seberapa besar niat dan kesabaran kita,untuk mendapatkan hasil yang baik.

No Response

Comments are closed.