Jember Kota Pandhalungan

Menristek Dikti Tetapkan Puslit Kopi dan Kakao Sebagai Coffee and Cocoa Science Techno Park

Pusat Penelitian (Puslit) Kopi dan Kakao Jember, pagi tadi, Jumat (20/5/2016) ditetapkan sebagai Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Prof. H. Mohamad Nasir BSc, pada pagi tadi, Jumat (20/5/2016).

Peresmian yang dilaksanakan secara simbolis di Kebun Renteng tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., Direktur Utama Riset Perkebunan Nusantara, Teguh Wahyudi, Direktur Pusat Penelitian Kopi Kakao (Puslitkoka), DR. Misnawi, serta sejumlah pejabat di kementrian dan tamu undangan terkait seperti Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan MSc, PHd., Direktur Politeknik Negeri Jember, Nanang Dwi Wahyono.

Dengan ditetapkannya Puslitkoka sebagai taman edukasi baru, menurut Bupati Jember, menambah dan sekaligus memperkuat Jember sebagai destinasi wisata yang berbeda. “Kalau tidak bisa menjadi yang pertama, maka harus menjadi yang berbeda, Jember merupakan kota wisata yang berbeda, dengan unggulan wisata edukasi dan religi, dengan ditetapkannya Puslitkoka sebagai Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP), semakin memperkuat tujuan wisata edukasi di Jember,” jelasnya.

Sementara itu Menristek menegaskan bahwa Puslitkoka bakal menjadi tempat untuk diketahui oleh semua masyarakat secara umum, sebagai tempat menimba ilmu guna mengetahui bagaimana sistem pengolahan kopi dan coklat mulai dari awal hingga akhir produksi sekaligus sampai ke pasar.

“Ditempat ini nantinya, masyarakat akan banyak belajar tentang Kopi dan coklat. Termasuk, cara pengolahannnya. mulai dari Tanam sampai dengan pengolahan biji kopi dan coklat hingga menjadi produk yang siap dipasarkan,” tutur Menristek.

Penetapan Puslitkoka sebagai science and tecno park tersebut disambut baik oleh Bupati Faida. Bahkan Bupati menghimbau kepada unsur perguruan tinggi untuk bersinergi melakukan kegiatan penelitian maupun pendidikan dengan Puslotkoka, khususnya bagi mahasiswa yang mengambil jurusan pertanian dan atau perkebunan.

Seribu Warung Kopi

Disamping mendukung penuh berbagai program yang bernuansa edukasi oleh salah satu BUMN itu, Bupati Faida juga menyatakan akan segera melounching seribu warung kopi berjaringan.

“Sebagai kabupaten yang banyak terdapat perkebunan Kopi, maka siapa saja belum bisa dikatakan datang ke Jember, sebelum ngopi di Jember dengan kopi asli Jember,” tuturnya.

Dan Pemkab Jember sedang menyiapkan 1000 barista, generasi muda uang ahli dalam hal kopi. Serta mempersiapkan bisnis rakyat dengan 1000 warung kopi berjaringan di seluruh pelosok Jember.

“Warungnya warung rakyat, tetapi rakyat tidak lagi berdiri sendiri, Pemkab mendampingi dan membekali dengan keahlian dan secara manajemen akan dibantu oleh Ikatan Akuntan Indonesia, dan untuk desainnya akan dibantu oleh Ikatan Arsitek Indonesia,” imbuhnya.

Hasil Kopi di Kabupaten Jember selama ini sangat melimpah, dan sudah sampai ke tingkat ekspor. Dengan demikian tepat kiranya Jember sebagai kota produsen kopi besar, dan penduduknya juga meningkat tingkat ekonominya dari tanaman kopi.

Hanya saja sekarang, sebagai simbol kebangkitan Jember, tidak bisa Jember bangkit sendiri-sendiri. Semua unsur harus bersinergi dan bahu membahu untik Jember baru Jember bangkit. (*)

No Response

Leave a reply "Menristek Dikti Tetapkan Puslit Kopi dan Kakao Sebagai Coffee and Cocoa Science Techno Park"