Jember Kota Pandhalungan

Menyatukan Nusantara dari Serangan Tiongkok

Kerajaan Majapahit telah ditinggal oleh Patih Gajah Mada, yang tersohor dengan Sumpah Palapa. Tiga tahun kemudian terpilih patih pengganti, Patih Anggon. Tugas berat menanti : menyatukan wilayah Nusantara.

“Aku perintahkan Patih Anggon untuk pergi ke Tiongkok menjadi duta persahabatan,” lantang Raja Hayam Wuruk. Misi diplomasi.

Patih Anggon sukses melaksanakan misi itu. Teknik yang dilakukan dengan merayu istri perompak itu. Rayuan itu berhasil mendapatkan kelemahan pimpinan perompak yang telah menaklukkan beberapa wilayah Majapahit.

Kelemahan sang perompak terletak di kumisnya. Begitu kumis dicabut, si perompak langsung lunglai. Saat itu pula serangan pasukan Majapahit datang. Wilayah yang sebelumnya dikuasai perompak Sulu berhasil dikembalikan ke pangkuan Nusantara.

Upaya Tiongkok untuk melemahkan Nusantara juga terjadi dengan cara yang licik. Salah satunya memanfaatkan keserakahan Pangeran Dharmasraya.

Pangeran ini ingin melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit dengan alasan ingin lebih sejahtera. Untuk mencapai itu, ia telah berkomunikasi dengan penguasa Tiongkok.

Datanglah utusan Tiongkok dengan bala bantuannya. Tidak hanya itu, untusan itu memberikan stempel emas sebagai tanda pengangkatan sebagai raja. Tidak hanya itu, Pangeran Dharmasraya juga diberi beberapa perempuan untuk dijadikan selir.

Upaya merongrong kekuasaan Majapahit ini diketahuui oleh Raja Hayam Wuruk. “Kalau mau sejahtera tidak perlu melepaskan diri,” ucap utusan Majapahit. Namun Pangeran Dharmasraya tidak mau tunduk untuk kembali dalam kekuasaan Majapahit.

Kekuatan pasukan pun dikerahkan untuk merebut kembali wilayah yang telah melepasan diri itu. Kegigihan pasukan Majapahit mampu mengalahkan pasukan Dharmasraya yang disokong oleh pasukan Tingkok itu.

Dari dua cerita yang ditampikan itu, ketoprak humor yang dipentaskan di Balai Budaya Surabaya, Jumat (25/11/2016) malam, itu seolah ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Dalam konteks cerita dalam ketoprak yang salah satu pemainnya adalah Bupati Jember dr Faida MMR itu adalah persatuan dan kesatuan Nusantara. (*F2)

#KetoprakHumor

No Response

Leave a reply "Menyatukan Nusantara dari Serangan Tiongkok"