Jember Kota Pandhalungan

Mewujudkan Nasionalisme dengan Mengenal Budaya

Mengenal budaya sendiri menjadi bagian dari upaya mewujudkan nasionalisme. Memahami budaya sendiri juga mampu mencegah terjadinya gesekan konflik. Jargon-jargon nasionalisme pun tidak menjadi isapan jempol belaka.

Sering terdengar jargon “Berkepribadian dalam budaya, mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik.” Semua itu diharapkan tidak sebatas jargon. “Semua itu bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari – hari, tidak bisa dipisahkan sejauh mana kita mengenal budaya kita sendiri,” kata Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief.

Menurut Wakil Bupati Jember ini, ada nilai penting dari seni budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti ungkapan “NKRI harga mati”. Menurut Wabup, ungkapan tersebut bukan sekedar isapan jempol.

“Karena tidak mungkin mempertahankan NKRI tanpa kita mengenal budaya bangsa ini,” ujarnya ketika menjadi pembicara dalam Sosialisasi Program Rumah Budaya Pandhalungan di Desa Panca Karya, Kecamatan Ajung, Rabu (23/11/2016) malam.

Munculnya gesekan dalam situasi berbangsa dan bernegara saat ini, menurut Wabup, tidak lepas dari kurangnya mengenal budaya sendiri. “Dari aspek budaya, mungkin ada sebagian saudara-saudara kita yang kurang mengenal budaya kita sendiri,” ujarnya.

Wabup mengajak merenungkan ungkapan “Saya bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia, tetapi saya orang Indonesia yang beragama Islam.” Ungkapan ini sederhana, tetapi punya makna mendalam. “Ketika telepas dari pemahaman dan pengenalan budaya sendiri, akan menjadi sesuatu yang tidak enak di kemudian hari,” tuturnya.

Keberadaan Rumah Budaya Pandhalungan Jember yang digagas sejumlah seniman mendapat apresiasi Wabup. Diharapkan budaya pandhalungan terus dikenalkan kepada masyarakat dan generasi muda.

“Ketika kita tercerabut dari akar seni budaya lokal, kita menjadi tidak punya apa-apa lagi. Budaya global bisa kita temui dimana-mana, tetapi budaya lokal hanya sebuah kekayaan asset yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Mengenal budaya sendiri dengan komprehensif diyakini akan membuat jargon-jargon nasionalisme bukan isapan jempol.

Selain dialog budaya, kegiatan tersebut juga diisi dengan tampilan beberapa tari. Juga ada komunitas perupa yang memberikan servis sket atau siluet wajah. Wabup mendapat siluet dirinya. (*F2)

No Response

Leave a reply "Mewujudkan Nasionalisme dengan Mengenal Budaya"