Jember Kota Pandhalungan

Minimalisir Pengguna Frekuensi Ilegal, Kementrian Kominfo Lakukan Sosialisasi

Sosialisasi regulasi penggunaan spektrum frekuensi radio dalam penyelengaraan penyiaran, hari ini, selasa (24/05/2016) dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informartika, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio kelas II Surabaya di hotel Aston Jember.

Besar harapan dengan digelarnya acara tersebut, akan bisa meminimalisir penggunaan spektrum frekuensi yang ilegal serta bertujuan untuk pemahaman menyuluruh kepada masyarakat tentang hukum perijinan pemakaian sprektum frekuensi radio.

Hadir pada acara sosialisasi ini mewakili Bupati Jember, Kabag Humas, Ir. Zainal Abidin MM., Ketua PRSSNI, H. Lutfi Abdullah, Kasubag TU dan Rumah Tangga Balai Monitor II Surabaya, Supriyanto SH, MSi., Korwas PPNS Polda Jatim, Kompol Wayan Sulandra, Syaifudin Zuhri dari KPID Provinsi Jatim dan di ikuti oleh unsur pemakai frekuensi radio, Amatir Radio, RAPI, dan jajaran SKPD terkait, Polres, dan pihak-pihak yang menggunakan spektrun radio.

Dalam sambutan Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., yang dibacakan Kabag Humas Pemkab Jember, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas diselenggarakannya acara tersebut. Bupati berharap semua pihak bisa merndapatkan manfaat, khususnya pengguna spektrum radio. Termasuk tentang prosedur perijinan pedoman penyiaran dan penegakan hukumnya.

“Karena media dan masyarakat adalah dua bagian yang tidak dapat dipisahkan, media tumbuh berkembang dengan seiringnya kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi,” jelasnya. Dengan begitu penggunaan spektrum frekuensi radio harus benar dimanfaatkan dengan baik tanpa harus melanggar prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku.

Melalui radio, masyarakat dapat mengetahui segala berita, baik itu menyangkut peristiwa disekitar, pemerintah, ekonomi, sosial ataupun dalam bentuk hiburan. Selain peran menginformasikan, radio juga berperan dalam mengedukasi masyarakat, melalui informasi-informasi yang disampaikan melalui radio, masyarakat menjadi tahu dan paham tentang suatu informasi.

Penyebaran informasi melalui radio merupakan cara yang cepat, jangkauan luas, sarana komunikasi sangat akrab di masyarakat dan dapat dinikmati di manapun.

Keuntungan lain radio adalah mampu menyebarkan informasi merata di pelosok pedesaan, mempunyai potensi untuk membina integrasi nasional dan merupakan media kontrol sosial dan partisipasi masyarakat.

Perlu disadari bahwa, di era globalisasi ini, kebutuhan masyarakat semakin kompleks, tidak hanya sandang, pangan dan papan saja, akan tetapi juga kebutuhan akan layanan memperoleh informasi. Oleh karena itu, tantangan inilah yang diharapkan menjadi cambuk bagi segenap pelaku usaha penyiaran agar lebih maju lagi.

Sementara itu, Ketua PRSSNI juga sangat mengapresiasi atas dukungan pemkab karena atas di gelarnya acara ini, hingga berjalan dengan baik dan dihadiri tamu undangan yang cukup banyak. (Zikin, Mutia)

No Response

Leave a reply "Minimalisir Pengguna Frekuensi Ilegal, Kementrian Kominfo Lakukan Sosialisasi"