MoU di Lahan Kebun Mumbul Diharapkan Bisa Mewujudkan Swasembada Gula

Upaya untuk mewujudkan swasembada gula terus dilakukan. Baik melalui peningkatan produktivitas tanaman tebu maupun revitalisasi pabrik gula.

Untuk mewujudkan swasembada gula ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh petani tebu dan pemerintah melalui BUMN. Diharapkan, dengan dicapainya swasembada gula, ketergantungan terhadap gula impor setidaknya bisa dihindari.

Nah, terkait dengan itu, hari Rabu, (15/11/2017), dilakukan pencanangan peningkatan produktivitas tanaman tebu oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno. Acara yang dilaksanakan di lahan tebu milik Kebun Mumbul, depan Bandara Notohadinegoro Jember, itu sinergi BUMN untuk mewujudkan swasembada gula yang berdaya saing.

“Bangga bisa datang ke Jember, karena memang lahannya luas-luas. PTPN XII ini dikenal dengan berbagai macam tanaman, namun yang paling utama program kita meningkatkan kapasitas pabrik gula, tentu juga meningkatkan pemasukan tebu ke pabrik gula. Jadi sangat penting dalam meningkatkan produksi tanaman tebu secara menyeluruh,” ucap Menteri Rini, dalam acara Pencanangan Peningkatan Produktivitas Tanaman Tebu, di lahan milik PTPN XII Mumbul, Jember.

Menteri Rini juga senang karena bisa hadir sekaligus menyaksikan langsung penandatanganan notakesepahaman (MoU) antara petani dengan PTPN. Diharapkan, sebagaimana tujuan dari dijalinnya sinergisitas antara keduanya, kualitas tanaman tebu yang ditanam bisa lebih baik.

Untuk upaya peningkatan kualitas tebu ini, Menteri Rini berharap, para petani tebu bisa mendapatkan modal kerja. “Dengan ini bank-bank negara dapat memberikan modal kerja kepada petani dengan avalis PTPN,” serunya.

Program peningkatan kualitas tebu ini memang harus didukung modal kerja yang cukup. Karena jika tidak, petani dipastikan akan banyak menghadapi kesulitan dalam upayanya meningkatkan kualitas tanaman tebu.

“Ini salah satu program yang sangat baik, yang waktu itu, saya menerima keluhan pupuk non subsidi dari petani namun tidak sekarang. Sadar pentingnya pupuk ketika sudah waktunya penanaman,” urai menteri.

Oleh karenanya, sinegri yang sudah dibangun dapat meningkatkan pendapatan para petani, sehingga target untuk bisa swasembada gula untuk anak cucu bisa terwujud.

‘Marilah kita meningkatkan semangat kita untuk sinergi bersama, sehinga tujuan akhir bahwa swasembada gula dan petani bisa makmur, sejahtera bisa tercapai,” seru Menteri Rini, seraya mengajak semua yang terlibat dalam budidaya tanaman tebu dan tataniaga gula yang hadir di acara itu.

Untuk Jawa Timur yang dikenal sebagai penghasil dan pemasok terbesar kebutuhan gula masional, menteri berharap, bisa menghasilkan tebu hingga di atas 100 ton per hektar dengan randeman di atas 8.

“Tahun kemarin memang sedikit rendah, karena memang hujannya cukup deras dan pupuk yang tidak tepat waktu. Jadi ditanam akhir tahun 2017 ini, ditargetkan supaya semuanya tepat waktu, dengan waktu penanamannya juga pada waktu yang tepat,” harapnya.

Tahun ini luas lahan tebu di seluruh Indonesia mencapai 475 ribu hektare dengan produksi gula 2,3 juta ton dengan rata-rata produksi masih di bawah 100 ton per hektar. Diakuinya, setelah mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk non subsidi, akhirnya petani bisa bernafas lega setelah ditunjuknya distributor-distributor baru untuk pupuk non subsidi.

Mengenai produksi gula, secara nasional, menurut menteri, jumlah total sebanyak 2,3 juta ton per tahun. “Jumlah perhektarnya masih di bawah 100 ton untuk musim giling tahun 2017 kemarin,” paparnya. (Izza, Indra GM)

 

No Response

Comments are closed.