Kerja Nyata

Desa Tutul, Sebagai Desa Produktif Di Indonesia

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, berkunjung ke Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember, 19/1. Kunjungan Menakertrnas ini merupakan kunjungan khusus ke Labupaten Jember dalam rangka pencanangan Desa Produktif. Dalam kunjungan tersebut, Cak Imin (sapaan Akrab Muhaimain Iskandar) di dampingi langsung oleh Wakil Gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Bupati Jember, MZA Djalal bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember.

Desa Tutul, Kecamatan Balung sendiri merupakan desa pusat kerajinan tangan di Jember yang memproduksi kerajinan tangan manik-manik, seperti tasbih, kalung, gelang, dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, kerajinan tangan masyarakat Desa Tututl sendiri telah dikenal dan dipasarkan di mancanegara, diantaranya Arab Saudi, Australia, dan Jepang. Untuk pasar Nasional sendiri, Kerajinan tangan Desa Tutul. Balung ini telah memenuhi Jakarta, Bali, Jogjakarta, Surabaya, dan Batam.

Tak hanya berhenti disitu saja, Desa Tutul, Kec Balung ini juga merupakan pusat kunjungan wisatawan domestic dan mancanegara saat mengunjungi Kabupaten Jember. Hal ini dikarenakan wisatawan bisa melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan tangan manik-manik tersebut yang dilakukan secara manual oleh penduduk setempat.

Bahkan, Cak Imin sendiri sesaat sebelum mencanangkan desa produktif. Menakertrans sendiri melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan tangan manik-manik tersebut. Dalam sambutannya, Cak Imin mengatakan desa produktif adalah desa yang masyarakatnya memiliki kemauan dan kemampuan memanfaatkan secara kreatif dan inovatif seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas pedesaan. Dengan begitu, tercipta kesempatan kerja baru sehingga dapat mencegah terjadinya urbanisasi dari desa ke kota. Desa Tutul, Kec Balung sendiri, lanjutnya, merupakan bagian dari 132 desa produktif yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Cak Imin mengatakan, program unggulan yang dikembangkan di desa produktif meliputi pelatihan teknis dan manajerial tenaga kerja, padat karya produktif, pemagangan, teknologi tepat guna dan pelatihan usaha mandiri (wirausaha), pendampingan serta pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi desa. Pola pengembangan yang dibidik, ungkapnya, adalah pembentukan desa perkebunan, desa persawahan, desa industri kecil dan kerajinan, serta desa perdagangan dan jasa.

Dirinya juga menjelaskan adapun kriteria untuk bisa menjadi desa produktif, di antaranya membutuhkan adanya komitmen dari masyarakat dan aparat desa, memiliki potensi sumber daya ekonomi, adanya akses informasi dan pemasaran produk serta ketersediaan infrastruktur jalan, air dan listrik. Untuk itu, Pihak Kementrian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi memilih Desa Tutul yang berpenduduk 9.989 jiwa, tanpa seorang pun yang menganggur. Dimana, Penghasilan utamanya berupa kerajinan tangan (handycraft), seperti kalung, gelang, tasbih, alat – alat music, serta beragam jenis barang kerajinan lainnya, yang saat ini jumlah pengerajinnya mencapai 1.054 orang, dimana kesemuanya itu adalah penduduk di desa tutul, Kec Balung, Jember sendiri. Perlu diketahui juga, tegas Muhaimin, bahwa pada Tahun 2011 yang lalu, rata-rata penghasilan warga Desa Tutul Rp 5.400.000 per orang per bulan, kemudian naik menjadi Rp 5.600.000 per orang per bulan pada 2012.  untuk itu dirinya meminta agar Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemkab Jember untuk mendukung serta membantu peningkatan produktifitas masyarakat Desa Tutul ini dalam rangka pengembangan industri kreatif di Indonesia. “ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ada di Jember dengan mengembangkan potensi yang dipunyainya sendiri-sendiri”, pungkasnya. (tgh/humas)

No Response

Comments are closed.